Sampang, (Media Madura) – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Kabupaten Sampang Wahyu Prihartono, melalui Kabid Pengelolaan Pasar Sapta Nuris Ramlan, mengungkapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pengelolaan pasar tahun 2017 tidak mencapai target, yakni 56 persen dari Rp 4,4 miliar.

“Pencapaian PAD sektor pasar hanya sebesar 56 persen dengan triwulan pertama senilai 13 persen dari targetnya Rp 4,4 miliar,” kata Sapta, Kamis (5/4/2018).

Sapta menuturkan, penyebab pencapaian PAD pasar hanya 56 persen dikarenakan sebagian pedagang pasar masih memakai peraturan daerah (Perda) yang lama, adanya sejumlah pasar dilakukan revitalisasi sehingga belum diberlakukan penarikan retribusi.

Pasar yang revitalisasi seperti di pasar Rongtengah, Torjun, Lebbak Ketapang.

“Selama revitalisasi pasar sekitar empat bulan tidak dilakukan penarikan retribusi, saat itu sumber PAD hanya dari pelataran, polo ijo, dan pembaran bulanan untuk kios,” terangnya.

Dijelaskannya, Disperdagprin Sampang tetap menargetkan PAD pasar sebesar Rp 4,4 miliar setiap tahunnya. Pihaknya yakin di tahun 2018 ini PAD pasar lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya karena selama triwulan pertama sudah mencapai 17 persen.

“Target PAD sektor pengelolaan pasar di tahun 2018 masih sama dengan tahun 2017 lalu, tapi yakin tahun ini lebih tinggi,” jelasnya.

Selan itu, upaya yang dilakukan untuk mencapai target, Disperdagprin segera menerapkan Punisment dan reward kepada koodinator pasar berdasarkan MoU.

“Bagi yang tidak mencapai target maka siap dimutasi untuk koordinator pasarnya. Kalau rewardnya masih dibicarakan,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto

Tinggalkan Balasan