Pamekasan, (Media Madura) – Pengawas apemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dinilai lemah mengawasi black campaign atau kampanye hitam utamanya di media sosial (Medsos).

Dikatakan oleh Fariduddin Tamim, Ketua tim sukses (Timses) pasangan Kholirurrahman-Fathor Rohman (Kholifah), siapapun yang melakukan kampanye yang tidak fair maka dampaknya akan dirasakan sendiri.

“Menurut saya dan paslon saya tidak masalah, yang rugi pasti yang melakukannya,” katanya singkat.

Sementara salah satu tim sukses pasangan Berbaur Khairul Umam, mengatakan, kampanye sepeti iu sudah marak, selama ini paslon dukungannya seringkali dirugikan dengan tindakan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami sangat dirugikan dengan postingan yang berisi konten adu domda di akun medsos facebook,” katanya, Kamis (5/4/2018).

Padahal menurut Umam, paslon jagoannya sangat dekat dengan para ulama di Pamekasan. Terlebih Ra Baddrut merupakan sosok pemimpin yang andhap ansor dan takdzim kepada para ulama.

“Kami minta kepada siapapun untuk tidak melakukan politik adu domba,” pungkasnya.

Ketua Panwaslu Pamekasan, Abdullah Saidi berdalih, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menindak pemilik akun di media sosial yang belakangan dinilai melakukan black campaign atau adu domba.

Pihaknya hanya bertugas untuk mengawasi dan memantau setiap akun medsos yang didaftarkan oleh masing-masing tim sukses pasangan calon ke KPU. Sementara untuk akun medsos yang tidak didaftarkan secara resmi, ia mengaku bukan wewenang dan tanggung jawab panwaslu untuk melakukan tindakan.

“Fokus kita hanya mengawasi akun yang resmi didaftarkan timses paslon ke KPU. Selebihnya, bukan wewenang kami,” terangnya.

Reporter: Rifqi

Tinggalkan Balasan