Jasad Muhyi ditemukan di hutan Batorasang setelah menghilang dari rumahnya, Kamis (29/3/2018) siang. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Seorang kakek asal Dusun Kebun, Desa Batorasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, dikabarkan hilang sejak Jumat (23/3) kemarin.

Namun, pada Kamis (29/3) siang pukul 11.30 WIB, kakek yang diketahui bernama Muhyi (75), ditemukan dalam keadaan tewas tergeletak di kawasan hutan Batorasang.

Muhyi ditemukan meninggal dunia dengan posisi terlentang di semak-semak bebatuan dan bau membusuk. Saat ditemukan, dia hanya memakai celana bawahan berwarna biru. Warga sekitar geger atas penemuan jasad tersebut.

“Warga menemukan jasad Muhyi dalam keadaan meninggal di hutan, karena sudah menghilang dari rumahnya selama sepekan,” ujar Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto, Kamis (29/3/2018).

Hery mewakili Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman menuturkan berdasarkan keterangan istri korban Munama (60), Muhyi mempunyai gejala Demensia alias pikun. Ia meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga, kabur dengan menjebol rumah di tembok bambu kamarnya.

“Memang secara diam-diam korban kabur dari rumah sepekan lalu, selama ini Muhyi dikenal pikun, sehingga keluarga sempat mencari khawatir hilang ingatan tidak bisa pulang,” jelas Hery.

Menurutnya, korban sebelumnya pernah hilang kesasar. Sayangnya, pada siang tadi, Munama mendengar informasi suaminya ditemukan tewas di hutan. Peristiwa itu, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan visum karena keluarga menyadari bahwa peristiwa tersebut murni meninggal dunia tanpa ada unsur kejahatan.

“Ya sudah menerima keluarga korban, tidak mau diotopsi, meninggalnya wajar karena sudah pikun dan lama menghilang,” tutupnya.

Reporter: Ryan Hariyanto

Tinggalkan Balasan