Pamekasan, (Media Madura) – Kabupaten Pamekasan yang dikenal dengan kota pendidikan masih terdapat sekolah yang kondisinya memprihatinkan dengan fasilitas kurang memadai.

Salah-satunya SMA PGRI yang ada di bawah naungan YPLP Dasmen Jawa Timur, sekolah yang ada di Desa Montok, Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasa ini kondisinya jauh dari layak tetapi tetap bertahan dan optimis mampu mencetak siswa berprestasi.

Kepala SMA PGRI Larangan, Daman Sa’id menuturkan, untuk menunjang kegiatan siswa agar berprestasi pihaknya menggunakan fasilitas seadanya tetapi tetap optimis bisa mencetak siswa berprestasi, baik di kancah nasional maupun internasional.

“Meski kondisi sekolah di sini sangat memprihatinkan, saya optimis dan akan terus memperjuangkan SMA PGRI ini untuk terus maju,” terang pria yang baru dilantik menjadi Kepala SMA PGRI Larangan itu, pada bulan Juli 2017 lalu. Senin (26/3/2018) pagi.

Meski begitu ia tetap berupaya keras agar sekolahnya tersebut mendapatkan bantuan dari YPLP Jawa Timur. Bahkan pihaknya telah mengajukan bantuan pengadaan laboratorium komputer serta hal-hal penunjang lainnya, agar siswa di SMA PGRI satu-satunya di Pamekasan ini terus berprestasi.

“Saat ini ada total 42 orang siswa yang ada disini, kami akan terus melakukan inovasi agar sekolah ini bisa maju. Bahkan, saat ini kita terus melakukan koordinasi agar sarana dan prasarana di sekolah yang saya pimpin ini dapat terpenuhi,” tambahnya.

Menurutnya upaya tersebut bertujuan agar menumbuhkan kepercayaan masyarakat supaya menyekolahkan putra-putrinya di SMA PGRI Larangan Pamekasan.

“Dengan kondisi yang begitu memprihatinkan, kami akan terus mengupayakan bagaimana SMA PGRI ini dapat bersaing dengan sekolah sekolah swasta dan juga sekolah negeri lainnya,” imbuh Daman.

Bahkan dirinya sangat yakin kalau SMA PGRI Larangan bisa mencipatakan generasi-generasi tangguh dan mampu berdaya saing.

“Kami sangat yakin, lulusan dari sekolah ini mampu berguna dalam kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.