Wakil Bupati Pamekasan, Moh Khalil Asy'ari saat membaca buku Antologi Puisi Politik dan Cinta

Pamekasan, (Media Madura) – Wakil Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Moh Khalil Asy’ari menuturkan, iklim literasi di kabupaten yang dipimpinnya itu masih rendah dan masih kalah dari sejumlah kabupaten lainnya di Jawa Timur.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga menuturkan, sesungguhnya Kabupaten Pamekasan merupakan kota pendidikan dan banyak orang-orang pintar, tetapi iklim literasinya yakni kegiatan membaca dan menulisnya belum terbangun dan tergolong rendah.

“Iklim litetasi kita masih rendah, dan kita terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan minat baca dan menulis dengan berbagai program,” katanya kepada mediamadura.com. Selasa (20/04/2018) pagi.

Dikatakan, Pemkab Pamekasan mempunyai perpustakaan daerah yang sangat lengkap dan merupakan salah satu yang terbaik di Jawa Timur, bahkan pihaknya terus mendorong adanya perpustakaan hingga tingkat desa.

“Tidak hanya itu, kita terus melakukan upaya agar sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan baca tulis itu terpenuhi, termasuk di lingkungan sekolah,” tuturnya.

Dalam rangka untuk terus meningkatkan iklim literasi itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk aktif mendorong terciptanya lingkungan yang gemar membaca dan menulis agar terus meningkatkan kekayaan intelektual di Kabupaten Pamekasan.

Khalil juga mengapresiasi terbitnya sejumlah buku karya warga Pamekasan yang akhir-akhir ini ramai di media sosial, salah-satunya buku ontologi puisi berjudul Politik dan Cinta serta sejumlah buku lainnya.

“Semoga terbitnya buku-buku itu mampu memicu yang lainnya untuk menulis dan menerbitkan buku juga,” pungkasnya.

Penulis : Ist
Editor : Ahmadi

Tinggalkan Balasan