Bangkalan, (Media Madura) – Tim sukses (timses) pasangan calon nomor urut 1 Farid Alfauzi-Sudarmawan menilai masa kampanye Pemilukada Kabupaten Bangkalan mulai tidak sehat.

hal itu terlihat dengan dibatalkannya silaturahmi akbar masyarakat Desa Morombuh, Kecamatan Kwayar, dengan Paslon yang identik dengan tagline Bangkalan Berani Bangkit ini.

Pembatalan acara itu karena ada oknum yang melarang Paslon nomor urut 1 menggelar kegiatan dengan alasan belum ada izin.

Warga Desa Morombuh bersama Timses Paslon ini akhirnya mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bangkalan di Jl. RE. Martadinata Bangkalan untuk mengadukan hal itu.

Sesepuh Desa Morombuh H. Imam Muslim mengatakan, gagalnya silaturahmi akbar yang dijadwalkan hari ini pukul 14.00 WIB itu disebabkan tidak adanya ijin untuk melakukan kegiatan tersebut dari sebagian masyarakat.

“Menurut penuturan masyarakat yang menyampaikan katanya tidak mendapat ijin oleh kepala desa setempat,” ujarnya.

Untuk menghindari hal- hal yang tak dinginkan, lanjut Imam, Timses dan tuan rumah bersepakat untuk tidak melanjutkan acara agar tidak tejadi hal- hal yang tidak diinginkan.

“Kami dari asosiasi Masyarakat pecinta damai  (AMD) Bangkalan tidak menginginkan hal-hal lebih yang tidak diinginkan terjadi demi menjaga situasi aman dan damai,” tegasnya.

H. Imam juga menuturkan, pihaknya sudah memberitahukan kepada KPUD Bangkalan terkait agenda kegiatan yang akan dilaksanakan hari ini, namun sekitar pukul 19.00 (19/03) tiba-tiba ada sekitar empat orang menemui dirinya dengan satu orang juru bicara meminta untuk menggagalkan acara.

“Saat mendengar itu mereka merasa kecewa. Mohon KPUD dan Panwas dan keamanan untuk memberikan pengamanan pada kami dan pada semua calon yang akan menjadi kontestan di pilkada ini,” ucapnya.

Menanggapi hal itu komisioner KPUD Bangkalan, Baddrun mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak keamanan dan paswaslu Kabupaten Bangkalan untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.

Dikatakan Baddrun, mikanisme perizinan melaksanakan kampanye sesuai PKPU bomor 4 tahun 2018  cukup memberitahukan kepada KPU, Aparat keamanan dan panwaslu.

“Secara aturan sudah memenuhi, namun di lapangan ada temuan seprti itu, kita akan kroscek dan tetap koordinasi dengan Panwas dan aparat keamanan,” pungkasnya.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.