Taman Gladak Anyar Pamekasan, (doc/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Dua taman di wilayah kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur hingga kini tak menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) meski dalam penggarapan dan bangunannya menelan biaya miliaran rupiah.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Hosnan Ahmadi mengatakan, pembangunan kedua taman tersebut meliputi Taman Gladak Anyar (TGA) di Kelurahan Gladak Anyar, dan Taman Asri Kowel (TAK) di Kelurahan Kowel. Dinilai kedua taman tersebut konsepnya tidak jelas.

“Hingga saat ini dua taman tersebut belum menyumbang PAD,” katanya, Kamis (15/3/2018).

Padahal kedua taman itu merupakan satu paket pekerjaan yang dibangun sejak tahun 2014 lalu. Dana pembangunan taman diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua taman hingga 2017 kemarin sudah menelan anggaran sebesar Rp 3,2 miliar.

”Mulanya pemerintah beralasan tidak menyumbangnya PAD taman itu, disebabkan belum diterbitkannya perbup. Karena perbup sebagai regulasi teknis operasional taman. Sehingga pengunjung bisa dikenai tarif,” tambah Hosnan.

Di tahun 2017, ujar Hosnan, perbup tentang taman sudah terbit. Bupati non-aktif Achmad Syafii mengutus dinas teknis yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menerapkan perbup tersebut.

”Sampai saat ini pengunjung belum ditarik tarifnya untuk masuk taman, berarti perbup masih belum diberlakukan. Jika perbupnya tidak diberlakukan maka tidak ada PAD yang masuk,” tandas Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan