Bangkalan, (Media Madura) – Kamis, 8 Maret 2018, pukul 09.00 WIB, Aisyah Tiani, 54 tahun, membuka warung nasinya seperti biasa. Warungnya terletak di pinggir jalan Dusun Bujur, tepat di samping SDN Pesanggrahan 3, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan.

Tak lama berselang, datang Sholeh, 23 tahun, hendak makan. Karena tak punya uang, sebelum memesan, pemuda warga Desa Paoran itu bilang ke Aisyah mau ngutang. Aisyah menolak karena hutang nasi sebelumnya belum dibayar.

Penolakan itu, bikin Sholeh sakit hati. Emosi pemuda yang mengaku ‘ikut orang jualan nasi goreng’ memuncah karena tak hanya menolak, Aisyah juga ngomel-ngomel.

Sholeh pun gelap mata. Dia ambil pisau dapur yang biasa digunakan aisyah memotong sayuram. Dengan brutal, Sholeh menyerang korban hingga jatuh ke bawah meja.

Sholeh menindih tubuh Aisyah dan dengan pisau itu digoroknya leher Aisyah tiga kali. Seolah tak puas, Aisyah yang sudah terkapar di lantai, masih dibacok pakai parang yang ditemukan Sholeh di warung itu.

Ribu-ribut di warung itu didengar warga sekitar. Saat kejadian, sebenarnya suasana sekitar warung sedang ramai karena pas pertigaan jalan. Banyak orang singgah untuk kongkow dan ngopi di warung lain.

Warga kemudian mengejar Sholeh yang hendak kabur dan berhasil menangkapnya. Sholeh dipukuli hingga babak belur. Beruntung petugas Polsek dan Koramil Kwanyar segera mendatangi lokasi dan kemudian membawa pergi Sholeh ke Puskesmas Kwanyar.

Jumat, 9 Maret 2018, saat dipindah ke Mapolres Bangkalan dan diperiksa penyidik. Sholeh mengaku tak kenal dengan Aisyah. Dia baru dua kali berutang makan. “Hutang saya sebelumnya lima ribu,” kata dia.

Beredar Informasi, saat datang ke warung Sholeh tak sendiri. Ada orang lain bersamanya. Namun, Kapolres Bangkalan, AKBP Anissullah M Ridha memastikan Sholeh tersangka tunggal dalam pembunuhan sadis itu.

“Dia pelaku tunggal,” kata Anis. Atas perbuatannya, Sholeh dijerat pasal 338 KUHP. Dia terancam 15 tahun penjara.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan