Sumenep, (Media Madura) – Dugaan Kasus Korupsi Raskin Desa Kolo–Kolo, Kecamatan Ajasa, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur resmi dilaporkan LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia (Laki) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Sebelumnya, LSM Laki juga melaporkan dugaan kasus raskin tersebut ke Kejaksaan Negeri Sumenep. Namun dicabut kembali pada tanggal 28 Pebruari 2018 dengan alasan akan ditindaklanjuti ke KPK.

“Benar, kami sudah melaporkan kasus tersebut pada hari Rabu (7/3/2018) kemarin, ke KPK di Jakarta,” kata Ketua DPC Laki Sumenep, Bagus Junaidi kepada media ini.

Laporan resmi tersebut berisi tentang adanya dugaan korupsi beras raskin di Desa Kolo-Kolo sejak tahun 2013 sampai tahun 2017 yang diduga telah menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 1 miliar lebih.

“Karena taksiran kerugian yang besar itu menjadi pertimbangan kami melaporkan kasus ini ke KPK,” ujarnya.

Bagus menyampaikan, laporan tersebut sudah terima KPK. Sehingga menurutnya, sebagai pelapor maupun siapa saja yang hendak mengetahui perkembangannya, maka dapat langsung menghubungi pihak KPK dan atau melalui kontak person yang ada.

“Laporan kami masih meneliti terlebih dahulu, yang kemudian terhadap laporan ini akan ada tiga kemungkinan,” tuturnya.

Pertama, laporan tersebut akan di tangani oleh penyidik di KPK apabila terhadap laporan sudah memenuhi unsur sesuai dengan KUHP dan UU Tipikor.

Namun, apabila terdapat hal-hal yang menyangkut kewenangan penanganan maupun nilai yang ditentukan lain dalam UU Tipikor. Maka laporan akan dilimpahkan kepada instansi berwenang lainnya dengan disertai pengantar/rekomendasi dari KPK.

“Dan kemungkinan ketiga, apabila laporan kami dianggap belum layak menjadi perkara (kasus), baik oleh KPK maupun instansi hukum lainnya dengan mengacu pada perundang-undangan yang mengatur, maka laporan kami akan ditutup,” ungkapnya.

Namun begitu, Bagus merasa optinis terhadap laporan yang dibuat dapat diproses, baik oleh penyidik di KPK sendiri, maupun oleh instansi berwenang lainnya dengan disertai pengantar/rekomendasi dari KPK.

“Tentu kami yakin, berdasar pada bukti-bukti yang dimiliki yang secara keseluruhannya adalah masih menyangkut soal dugaan korupsi dan diduga telah menimbulkan kerugian negara lumayan besar,” ucapnya optimis.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.