Bangkalan, (Media Madura) – Pelaksana harian (PLh) Bupati Bangkalan Eddy Moeljono  mengatakan APBD masih bergantung pada bantuan dana dari pemerintah pusat. Contohnya APBD  Tahun 2018, dari total 2,1 Triliyun 90% merupakan dana perimbangan diantaranya bersumber dari  Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAUM).

‘’ PAD kita hanya menyumbang 10 persen di APBD,’’ kata eddy  saat membuka acara penyepakatan Rancangan Teknokratik RPJMD di Pendopo 1.

Eddy tidak merinci berapa besaran PAD Bangkalan. namun, kata dia, jika dibandingkan dengan anggaran program pokir dan jsmas yang diterima anggota DPRD Bangkalan jauh lebih kecil. Data diperoleh Beritamadura,co menyebutkan total PAD sampai Desember 2017 Rp 325 Milyar lebih. Angka ini hanya naik 7 persen dari target PAD selama 2017 yaitu sebesar Rp 303 Milyar lebih.

Data menyebutkan, dari 21 SKPD ada lima SKPD yang menjadi sumber terbesar PAD diantaranya, RSUD Syamrabu Rp 110 milyar, Dinas pendidikan Rp 104 milyar lalu Dinas kesehatan Rp 137 milyar kemudian Bapenda Rp 28 milyar dan terakhir badan pengelolaan keuangan dan aset Rp 13 milyar.

Adapun penyumbang PAD terkecil yaitu Dinas Koperasi dan UKM Rp 4,2 juta, Dinas Perumahan Rakyat Rp 8,8 juta dan Dinas Komunikasi dan Informatika Rp 3,5 juta          

Menurut Eddy salh satu penyebab kecilnya penerimaan PAD karena APBD sering tarik ulur sehingga ploting anggaran di masing-masing OPD bekurang. Dia menyimpulkan bukan OPD minim kreativitas, tapi memang kalah  tapi kalah dari jasmas dan pokir legislatif.

‘’engak apa-apa saya bicara begini, sekarang saya ini pejabat publik.  kalo jadi sekda tidak mungkin ngomong begini, jadi harus dikoreksi itu.’’ Ungkap dia.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan