Muhajir Effendy Janji Benahi Peraturan Pemerintah Pasca Kasus Budi

Muhajir Effendy saat kunjungannya di Sampang, Madura, Jawa Timur, menyikapi tewasnya guru dianiaya siswa, Senin (12/2/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy, meminta agar kasus meninggalnya Ahmad Budi Cahyanto guru seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tidak dijadikan bahan megeneralisir kondisi pendidikan yang sangat kasuistis tersebut.

“Persoalan ini sangat kasuistis yang kejadiannya belum tentu lebih dari seribu kali dalam setahun, dibanding jumlah siswa 53 juta dan jumlah guru 2,4 juta memang bukan suatu hal yang spesifik hanya karena kasusnya sangat mengejutkan itu yang bikin nilai beritanya tinggi,” kata Muhajir Effendy saat mengunjungi SMA Negeri 1 Torjun di Sampang, Senin (12/2/2018) pukul 08.00 WIB.

Muhajir menyampaikan, saat ini kondisi tragedi meninggalnya guru dianaya muridnya sendiri sudah mulai dingin. Sehingga dirinya mengajak masyarakat harus mulai berpikir lebih jernih untuk melihat secara proporsional termasuk penanganan hukum terhadap pelaku.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum masalah ini, dan saya juga sudah mengimbau supaya diterapkan betul asas praduga tidak bersalah sesuai dengan aturan yang ada, tapi juga harus dilakukan tindakan seadil-adilnya,” jelasnya.

Muhadjir menambahkan, dengan adanya kasus itu pihaknya kedepan akan membenahi dalam aspek peraturan pemerintah termasuk peraturan menteri terutama yang menyangkut kode etik hubungan antara guru dengan guru, antara siswa dengan guru, dan antara orang tua dengan guru, yang harus menjadi kesepakatan nasional sehingga kejadian ini tidak terulang kembali.

Terpisah, Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman menuturkan, berkas perkara kasus guru dianiaya siswa sudah dinyatakan P 21. Untuk itu, dimungkinkan pada Selasa (13/2/2018) besok penyerahan barang bukti dan tersangka kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

“Saksi secara keseluruhan ada 16 orang, baik dari sekolah, keluarga dan kemudian juga ada ahli,” pungkasnya.

Usai kunjungan Mendikbud di SMA Negeri 1 Torjun, sekitar pukul 08.30 WIB, Muhajir Effendy langsung bergegas takziah ke makam almarhum Ahmad Budi Cahyanto di Jalan Raya Jaksa Agung Suprapto, Desa Tanggumong, Kota Sampang, dan dilanjutkan bertemu dengan keluarga Budi.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.