Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang, Madura, Jawa Timur, menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus penganiayaan oleh HI (17), seorang pelajar, terhadap gurunya sendiri di SMA Negeri 1 Torjun Kabupaten Sampang yang berujung meninggal dunia.

“Kita masih melakukan olah TKP, untuk mencari barang bukti baru dan mendalami motif pelaku,” kata Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman ditemui usai meninjau langsung olah TKP, Jumat (2/2/2018).

polisi olah TKP di halaman kelas XII=8 SMA Negeri 1 Torjun, Jumat (2/2/2018) pukul 10.14 WIB. (Ryan Hariyanto/MM).

Budi mengaku belum bisa memberikan penjelasan secara lengkap dalam proses olah TKP. Sebab, pihaknya sebatas meninjau dan berkoordinasi dengan pihak sekolah atas insiden penganiayaan tersebut.

“Masih belum, tunggu nanti gelar perkara saja ya,” tutup Budi bergegas memasuki mobilnya.

Pantuan mediamadura.com di lapangan, penyidik Satreskrim Polres Sampang tengah menggelar olah TKP di depan halaman kelas XII=8 SMA Negeri 1 Torjun.

Dalam reka ulang yang dilakukan peran pengganti tersebut diketahui pelaku memukul korban mengenai leher kanan tepat di lokasi gazebo sekolah.

Selanjutnya, korban yang merupakan guru kesenian itu langsung tersungkur ke tanah. Namun korban masih sempat terbangun dan dilerai oleh siswa lainnya.

Peristiwa terjadi pada Kamis siang pukul 13.00 WIB kemarin. Korban sedang mengajar di kelas XII=8.

Awal penganiayaan bermula ketika HI dan Budi cekcok di ruang kelas. HI ditegur karena dianggap mengganggu jalannya pelajaran yang sedang berlangsung. Pelaku masih saja tak menggubris. Sehingga keduanya pun terjadi penganiayaan.

Dari informasi yang beredar, buntut penganiayaan itu korban dilarikan ke rumah sakit oleh pihak keluarga. Sebab, Budi mengalami gagar otak dan pembulu darah pecah.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan