Bangkalan, (Media Madura) – Senin lalu, naik sepeda motor dari Kota Bangkalan, saya ke Desa Dupok, Kecamatan Kokop, untuk mengunjungi teman. Akses termudah ke sana lewat Pasar Kecamatan Klampis tembus ke Desa Bandasoleh.

Saya mampir dulu ke rumah satu kenalan di Bandasoleh, kami kemudian bersama-sama ke Desa Dupok.

Dupok dan Bandasoleh dua desa bertetangga di Kecamatan Kokop. Kedua desa dihubungkan satu jembatan kecil di ujung kampung.

Ketika akan melewati jembatan itu, teman saya kasih warning agar berhati-hati. kata dia, badan jalan sebelum jembatan mengecil karena longsor.

Saya pun sempatkan berhenti sejenak dan ambil gambar jalan yang longsor itu.

“Kurang lebih longsornya delapan bulan lalu, tapi tak kunjung diperbaiki sampai ganti tahun,” kata teman tadi.

Saking lamanya tak diperbaiki, bekas longsoran itu kini ditumbuhi rumput liar. Bisa jadi jebakan betmen bagi orang baru yang melintas di jalan itu. Bisa saja terperosok dan jatuh ke jurang sedalam 4 meter.

Beruntung warga Bandasoleh baik hati, mereka kasih tanda bahaya dari batang bambu atau pohon pisang untuk mencegah pengendara terperosok ke dalam jurang.

Jalan yang longsor itu, memang sangat mendesak untuk diperbaiki, dibuat siring penahan. Sebab jalan itu akses utama ke Desa Dupok via Bandasoleh dan saban hari ramai kendaraan roda dan empat lalulalang di jalan itu.

Kata teman saya, yang bikin was-was saat musim hujan seperti sekarang ini. dia khawatir terjadi longsor susulan.

“Coba tulis, siapa tahu ada calon bupati yang baca dan terketuk hatinya untuk bantu memperbaiki jalan. Pasti dipilih warga saat pilkada nanti,” katanya penuh harap.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.