Satpol PP Jawa Timur Tutup Paksa  Tambang Galian C Ilegal di Sumenep

Tambang galian C (Dok/MM)
Advertisement

Sumenep, (Media Madura) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumenep bersama Satpol PP Jawa Timur, melakukan penutupan paksa tambang galian C yang berada di daerah Hutan Kota atau selatan Asta Tinggi, Selasa (30/1/2018).

Penutupan dilakukan lantaran lokasi ambang tersebut termasuk yang belum mempunyai izin dari pemerintah alias beroperasi secara ilegal.

Sebelumnya, tambang yang berada tidak jauh dari jalan raya itu sudah pernah ditutup. Namun pihak penambang mokong dan memaksa melakukan kegiatan tambang lagi.

Untuk itu, Satpol PP Sumenep bekerja sama dengan Satpol PP Provinsi Jawa Timur itu menutup kembali tempat penambang ilegal tersebut.

“Untuk melakukan penutupan langsung kami belum ada aturan. Karenanya kami fasilitasi dari Satpol PP Provinsi Jawa Timur dengan penambang ini bagaimana ke depannya,” ucap Kepala Satpol PP Sumenep, Fajar Rahman, Selasa (30/1/2018).

Sementara itu, pihak penambang, H. Ruslan, mengaku baru sekitar 3 bulanan melakukan penambangan. Pengakuan tersebut berbeda dengan keterangan Kasatpol PP Sumenep, bahwa tambang sudah beroperasi lebih dari tiga bulan. 

Kata Fajar Rahaman, tambang tersebut sempat dihentikan lantaran ada konflik hingga terjadinya pembakaran salah satu alat pengangkut berat milik penambang.

“Baru tiga bulanan, sebelumnya memiliki izin dari pemerintah daerah, rencananya mau dibuat tempat parkir,” aku Ruslan.

Kepala Satpol PP Jawa Timur, Budi Santosa yang ikut ke lokasi galian mengatakan, bahwa lokasi tambang milik H. Ruslan memang menyalahi aturan, terlebih penggalian tersebut dilakukan secara ilegal.

Bahkan, berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, ternyata kegiatan penambangan tersebut tidak memenuhi syarat Amdal. Sehingga, dari sisi analisis dampak lingkungan berpotensi merugikan masyarakat sekitar. 

Selain itu, lanjut Budi Santosa, penambangan ilegal tersebut juga melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2002. Sehingga mau tidak mau harus dilakukan penutupan.

“Sementara akan kami tutup sampai memiliki ijin melakukan penambangan,” tegasnya.

Namun demikian, seharusnya di wilayah perkotaan itu tidak ada yang namanya penambangan. Apalagi, tempat penambangan tersebut dekat dengan lalu lintas angkutan.

“Izin itu sudah pasti tidak akan keluar kalau sudah seperti ini, karena dari segi persyaratannya kurang memenuhi,” tukasnya.

Selain menutup lokasi penambangan ilegal di areal Hutan Kota, gabungan Satpol PP juga ke dua titik penambangan ilegal lainnya, yakni di Desa Kasengan, Kecamatan Manding dan ke penambangan di Kecamatan Batuan, semuanya juga masih milik H. Ruslan.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.