Sabtu, Januari 28, 2023

Bentrok Masyarakat Anti Maksiat di Desa Ponteh, FPI dan LPI Bantah Terlibat

Must read

- Advertisement -

Pamekasan, (Media Madura) – Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menegaskan bahwa kedua organisasi tersebut tidak terlibat dalam bentrokan masyarakat anti maksiat dengan warga Desa Ponteh, Kecamatan Galis.

Dalam aksi penyisiran atau sweeping rumah warga yang disinyalir dijadikan tempat prostitusi, Jumat (19/1/2018) lalu itu berakhir dengan bentrok.

Dikatakan oleh Wakil Kepala Bidang (Wakabid) Penegakan Amal Makruf Nahi Munkar LPI Madura, Abd Halim, pada insiden tersebut tidak ada intruksi dari organisasinya, artinya sekelompok orang yang datang itu mengatasnamakan masyarakat.

“Secara organisasi tidak ada sangkut pautnya dengan FPI dan LPI, itu murni dari masyarakat yang anti maksiat,” katanya, Minggu (28/1/2018).

Diakui oleh Halim, memang pada aksi penyisiran itu ada salah satu anggota LPI yang ikut, namun itu merupakan bagian dari masyarakat.

“Memang Polisi bertanya pada saya, kalau waktu kejadian ada anggota LPI, saya jawab kalau itu bagian dari masyarakat dan tidak mengatasnamakan organisasi,” tambahnya.

Oleh karena itu ia memasrahkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib. “Kami akan ikuti proses hukum yang berlaku, tapi sekali lagi kejadian itu murni bukan FPI atau LPI,” tutup Halim.

Reporter: Rifqi
Editor : Arif

- Advertisement -
spot_imgspot_img

More articles

  1. Dalam hal ini FPI LPI tidak terlibat dalam penggrebekan yang menggrebek itu adalah masyarakat biasa yang tidak terima akan adanya praktek prostitusi di pamekasan karena bumi pamekasan di kenal dengan gerbang salam maka dari itu kita umat muslim tidak terima dengan adanya praktek prostitusi tersebut dikarenakan kita umat muslim tidak ingin agama kita di kotori oleh maksiat. Yang merajalela di bumi gerbang salam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article