Sampang, (Media Madura) – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Akhmad Munir, menegaskan akan memberi sanksi tegas terhadap seluruh wartawan khususnya yang tergabung dalam PWI jika terlibat dalam politik praktis.

Pernyataan itu menyusul adanya surat edaran Dewan Pers Nomor 01/SE-DP/I/2018 tentang posisi media dan imparsialitas wartawan dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Ada dua garis besar dalam surat edaran tersebut. Yakni untuk segera nonaktif sebagai wartawan atau mengundurkan diri secara permanen.

“Wartawan tidak boleh berangkat jadi tim sukses (timses) calon bupati atau wakil bupati, kalaupun jadi timses, maka yang bersangkutan harus mundur dari wartawan,” kata Munir di balik telepon, Senin (22/1/2018).

Dijelaskannya, untuk itu pihaknya mengimbau jika ada wartawan ikut serta dalam Pilkada, sanksi tegas akan menanti. Sanki tegas adalah dicopot dari keanggotaan organisasi.

“Sanksinya bagi kami akan difokuskan melalui organisasi apakah mereka ngotot atau dicabut dari keanggotaan,” tegasnya.

Untuk bisa membuktikan keterlibatan wartawan sebagai timses jika terdaftar di KPU setempat. Namun apabila tidak terdaftar timses dari pasangan calon atau parpol maka tidak bisa ditindak.

“Ditindak kalau terdaftar sebagai timses di KPU, soal loyalis itu sebagai pribadi tidak apa-apa, tapi kapasitasnya sebagai wartawan karya jurnalistiknya harus independen,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.