Pamekasan, (Media Madura) – Jika anda santri, khususnya santriwati maka berhati-hatilah dalam menjalankan aplikasi media sosial (Medsos), karena dalam mesin itu bakal menemukan banyak hal yang mengandung nilai positif ataupun negatif.

Saat acara pekan ngaji 3 Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata-Bata, saat momen ngaji atau seminar Urgensi Media Sosial Bagi Santriwati, disampaikan bahwa keberadaan medsos mempunyai dampak minus dan plus, cara penggunaannya harus ekstra efektif dan berhati-hati.

“Daru generasi ke generasi, zaman ke zaman perkembangan teknologi sangat pesat maka dirasa perlu harus memfilternya, mana yang bermanfaat dan mana yang mebahayakan,” tutur salah satu pembicara Dr. Hj. Hanun Asrohah.

Didepan ratusan santriwati Hanun, membahas kata ’ngaji’ dan ‘media sosial’, menurutnya itu dua hal yang berlawanan, akan tetapi masih ada kemungkinan untuk disatukan.

“Berhati-hati dalam menggunakan media sosial, supaya terhindar dari ketidak beruntungan. Akantetapi semuanya itu kembali pada individu masing-masing, tapi kita tetap wajib berhati-hati,” tanbahnya.

Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya itu menjelaskan, kenapa harus berhati-hati dalam bermedsos, karena jika salah menggunakan bisa berakibat fatal apalagi saat ini sudah ada Undabg-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Undang-undang ITE bisa menjerat hukuman bagi siapa saja yang menyebar informasi atau konten yang dapat meresahkan masyarakat. Jadi saya sarankan hati-hati dalam menyebarkan informasi,” tutup Hanun, alumni santri PP. Tambak Beras Jombang itu.

Reporter: Rifqi
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.