Pamekasan, (Media Madura) – Kaum sarungan atau santri agar dapatnya bisa mentransformasikan ilmu keagamaan yang mereka dapatkan di lingkungan pesantren lewat dunia usaha atau dunia bisnis di lingkungan sosial kemasyarakatan.

Dikatakan oleh Abd Mujib, bisnis dengan memasukkan ilmu keagamaan merupakan hakikat dalam berbisnis atau ekonomi Islam yang juga merupakan ilmu ekonomi yang berlandaskan hukum Islam, yakni al-Qur’an dan al-Hadits.

“Artinya dalam berbisnis nantinya tetap mengedepankan nilai-nilai syariat Islam, Sekalugus disusun dengan nilai-nilai keislaman,” kata Abd Mujib saat mengisi materi Ngaji Ekonomi dengan tema ‘Transformasi Ekonomi Islam’ dalam program Pekan Ngaji 3 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Senin (22/1/2018).

Tidak hanya itu, pakar Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga menyampaikan bahwa ekonomi Islam lahir ketika Islamic Davelopment Bank (IBD) masa kedua, sehingga pengembangannya langsung berkaitan dengan fase ilmu modern.

“Jadi sangat berkaitan dengan transformasi di era modern, sebab ada beberapa nilai yang menjadi poin penting. Masing-masing adanya pendidikan Islam, keadilan dan pengembangan sosial,” ungkap Abd Mujib di hadapan ratusan santri yang mengikuti kegiatan Ngaji Ekonomi.

Yang lebih penting, seorang santri yang ingin terjun dalam dunia bisnis, maka harus bisa transformasikan ilmu keagamaan dengan ilmu ekonomi. Sehingga nantinya perlu meletakkan syariah ke dalam usaha yang digelutinya.

“Saya contohkan usaha atau bisnis bisa berlabel syariah, seperti usaha yang diembel-embeli dengan kata syariah yang menandakan sebagai salah satu transformasi ilmu keagamaan dan ilmu ekonomi, misalnya usaha laundry, nantinya bisa dipasang label laundry syariah,” jelas Abd Mujib.

Kondisi sosial masyarakat sekitar juga perlu diperhatikan. Jika di sekitar kita biasa paket sarung, maka tidak masalah berjualan dengan memakai sarung. Sehingga para konsumen merasa seperti berada di rumah sendiri.

Reporter: Rifqi
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.