Masalah Ekonomi Picu Perceraian PNS di Sumenep

Titik Suryati
Advertisement

Sumenep, (Media Madura) – Selama tahun 2017 kemarin, sedikitnya terdapat 11 pegawai negeri sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengajukan proses cerai. 

“Ya, ada sebelas PNS yang mengajukan perceraian. Faktornya ya macam-macam, salah satunya karena faktor ekonomi,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, Titik Suryati.

Catatan di kantornya, ujar Yatik, pemerintah telah mengeluarkan surat keputusan (SK) 11 kasus perceraian. Pemberian izin melakukan penceraian PNS sebanyak 8 SK dan keterangan melakukan penceraian sebanyak 3 SK.

Kemudian, PNS yang mengajukan izin perceraian tersebut mulai dari guru pendidik hingga para dokter dan bidan. Katanya, diterbitkannya SK perceraian itu lantaran yang bersangkutan tidak bisa dimediasi.

“Karena sudah tidak ada titik temu, maka diterbitkan SK Bupati untuk izin perceraian tersebut,” jelasnya.

Namun dilain pihak, tidak ditemukan pelanggaran aparatur sipil negara (ASN), selain adanya para guru yang mengajukan perceraian tersebut.

“Kami memberikan bimbingan kepada para ASN tersebut. Kami juga mendatangi ke instansi yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan tentang disiplin kepegawaian dan termasuk penjelasan terkait perceraian itu,” tukasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.