Pengamat Politik: Calon Pilkada Sampang Masih Dinamis

Tiga bakal calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Sampang 2018. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Pengamat politik di Sampang Abdurahman menilai, pasangan bakal calon yang akan maju di Pilkada Sampang 2018 masih sangat dinamis. Pasalnya, pesta demokrasi lima tahunan itu berpotensi tidak hanya akan diikuti oleh tiga pasangan calon.

Hal tersebut terlihat belum jelasnya rekomendasi partai politik kepada beberapa kandidat. Seperti Partai Golkar, PBB, dan Hanura. Dukungan partai yang belum final itu masih misterius. Padahal pembukaan pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Sampang ke KPU tinggal sehari yakni dimulai pada Senin 8 Januari 2018 besok.

“Bisa jadi Pilkada Sampang 2018 diikuti lebih dari tiga calon, sangat memungkinkan itu,” kata Abdurahman, Minggu (7/1/2018).

Dosen sistem politik Indonesia di salah satu universitas di Madura itu, menjelaskan masing-masing partai tentu akan menyiapkan strategi terbaik demi bisa memenangkan jagoannya atau pasangan calon yang nanti diusung dalam Pilkada Sampang.

Rekomendasi politik dari partai-partai pengusung sangat mempengaruhi konstelasi politik. Munculnya, nama pasangan calon baru juga berpengaruh terhadap peta kekuatan politik setelah masa pendaftaran. Ada yang menguat, ada yang stagnan dan adapula yang cenderung menurun.

“Dari tiga bakal calon saat ini mempunyai peta kekuatan politik tersendiri, semisal di wilayah pantura dengan kota, atau tengah dengan selatan, ini tentu akan berubah seperti yang kita ketahui pasangan Ra Mamak dengan Moh Hodai akan muncul kalau rekom partai turun,” ungkap pria akrap disapa Zaman.

Terpisah, Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Sampang Moh Sirah, mengaku partai yang dinahkodai oleh Yusril Ihza Mahendra ini masih bingung memberikan dukungan dalam Pilkada Sampang. Dukungan partainya masih melihat situasi politik lokal. Bisa jadi usungan partai dikeluarkan detik-detik pendaftaran pasangan calon.

“Bisa Minggu sore ini atau Senin besok, kami masih melihat situsi, sementara ini kami mengusulkan nama Matorurrozaq alias Torul, tapi ini belum fix,” singkatnya.

Sementara saat dikonfirmasi dibalik telepone Ketua DPD Partai Hanura Sampang Moh Marsuki belum bisa memberikan keterangan. Termasuk, Ketua DPD Golkar Sampang KH Mohammad bin Mua’afi alias Ra Mamak terkait belum turunnya rekomendasi partai ke kandidat.

Untuk diketahui, tiga pasangan calon yang sudah mendapat dukungan parpol, yakni H. Hisan dengan KH Abdullah Mansyur (Hisbullah), didukung Partai Demokrat (6 kursi) dan PAN (3 kursi) sebanyak 9 kursi.

H. Slamet Junaidi – H. Abdullah Hidayat (Jihad) didukung Partai Nasdem (2 kursi), PKS (2 kursi), PDIP (2 kursi), dan PPP (7 kursi), total sebanyak 13 kursi.

Kemudian, Hermanto Subaidi dan Suparto didukung Partai Gerindra (8 kursi), dan PKB (8 kursi), sebanyak 16 kursi.

Berikut sekilas karier politik pasangan calon di Pilkada Sampang 2018 :

– H. Hisan merupakan anggota DPRD Jatim Fraksi Demokrat Dapil Madura yang memperoleh dukungan sekitar 140 ribu suara.

– KH. Abdullah Mansyur merupakan Ketua Komisi II DPRD Sampang, Wakil Ketua DPC PKB Sampang, dan basis seorang kiai, Wakil Pengasuh Ponpes Assaiyidiyah.

– H. Slamet Junaidi merupakan anggota DPR RI Fraksi Nasdem Dapil Madura memperoleh dukungan sekitar 160 suara, dan pengusaha besi tua.

– H. Abdullah Hidayat merupakan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sampang, dan pengusaha.

– Hermanto Subaidi merupakan sosok birokrasi, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sampang, calon bupati Sampang 2012 lalu, perolehan dukungan selisih 2.500 suara dengan Al Falah ( A Fannan Hasib- Fadhilah Budiono) atau sekutar 0,9 persen.

– Suparto merupakan kader DPC PKB Sampang, dan pengusaha cabe di Madura.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.