Berkedok Investasi Sembako, Warga Sumenep Tipu Tetangganya Rp 2 Miliar

Salah satu korban, Wiwik
Advertisement

Sumenep, (Media Madura) – Berkedok investasi sembako, NW (28), warga Desa Pandian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga menipu para tetangganya.

Tidak tanggung-tanggung, berdasar pengakuan sejumlah korban, nilai yang kini dibawa kabur pelaku nilainya mencapai Rp 2 miliar.

Salah satu korban, Wiwik menuturkan, penipuan berawal dari tawaran pelaku terhadap sejumlah korbannya dengan cara menawarkan sembako jenis beras dan minyak goreng.

Karena nilai harga yang ditawarkan jauh dibawah harga pasaran, membuat sejumlah korbanya tertarik untuk bisa investasi dengan cara memberikan sejumlah uang terhadap NW.

Awalnya, dirinya hanya tertarik bergabung dalam investasi tersebut untuk kepentingan sendiri atau untuk dimakan dengan keluarganya, bukan untuk diperjualbelikan.

Tapi belakangan dirinya juga tertarik untuk bisa diuangkan atau dijual belikan sebagai penghasilan tambahan sebab dirinya juga seorang pedagang.

“Setelah saya perhatikan perbedaan harganya sangat jauh beda dengan yang di pasaran, akhirnya ya saya coba investasi juga,” ujar Wiwik pada awak media, Jumat (5/1/2018).

Ia menuturkan, mulanya investasi berjalan lancar selama kurang lebih dua bulan sejak November tahun lalu.

Namun belakangan, sekitar awal Desember investasi mulai mandek, meski uang investasi sudah disetorkan, barang yang seharusnya ada malah tidak dikeluarkan.

“Pertamanya barang lancar sampai berapa kali, sehingga saya pun menambah uang menjadi Rp 26 juta, tapi setelah ditunggu berapa hari, malah tidak ada kabar lagi,” jelasnya.

Sampai akhirnya, dirinya bertemu dengan korban lain yang juga mengalami hal serupa. Sementara ini, para anggota merasa tertipu dan menganggap investasi yang dijalankan NW adalah bodong.

“Korbannya banyak mas, dari rekap beberapa teman dan tetangga, nilai uang yang dibawa kabu pelaku mencapai Rp 2 miliar,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.