Ilustrasi masyarakat miskin

Pamekasan, (Media Madura) – Sebanyak 109.017 rumah tangga di Kabupaten Pamekasan tergolong miskin.

Meski Pamekasan mempunyai Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang melimpah ruah, namun separuh warganya masih terlilit kemiskinan.

“APBD 2018 ini kan hampir 2 triliun rupiah, tapi jika belum bisa mengentaskan kemiskinan. Akan jadi persoalan,” ungkap Ketua Gerakan Solidaritas Mahasiswa, Pamekasan, Halili Mental, Kamis (4/1/18).

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan Ismail, mendesak Dinas Sosial (Dinsos) bisa memaksimalkan perannya agar mampu mengentaskan kemiskinan di Kabupaten berslogan Gerbang Salam itu.

“Saya pikir Dinsos ini bukan tidak mendengar kabar, tapi justru kesannya hanya duduk diam, buktinya banyak warga miskin yang tidak tersentuh,” kata Ismail, Kamis (4/1/2017).

Politikus muda Partai Demokrat itu mengaku sering mendapat aduan dari masyarakat, bahkan dari tahun ke tahun selalu saja dijumpai masyarakat miskin.

“Kesannya Dinsos ini menunggu dan tak mau turun ke bawah,” tambah Ismail.

Sementara Kepala Dinsos Kabupaten Pamekasan, Syaiful Anam, tidak bisa memberikan komentar terkait hal itu, saat dihubungi melalui nomor pribadinya tidak menjawab.

Jumlah penduduk di Kabupaten Pamekasan berdasarkan hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 sebanyak 795.526 jiwa terdiri dari 206.747 rumah tangga yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan.

Dari 206.747 rumah tangga yang ada di Kabupaten Pamekasan itu sebanyak 109.017 di antaranya masih tergolong miskin.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.