Cegah Macet Suramadu, Boleh Bayar Tunai

Antrian kendaraan di tiga pintu tol Suramadu sisi Madura. Foto / Mukmin Faisal

Bangkalan, (Media Madura) – Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha himbau pengendara roda empat yang hendak melintas Jembatan Suramadu agar sediakan uang pas Rp 15 ribu. Himbauan itu disebar lewat media sosial.

Anis membenarkan telah mengeluarkan himbauan itu. Katanya, untuk mencegah antrean panjang di pintu tol. Menurut dia, meski Suramadu telah menerapkan pembayaran non tunai dengan E Toll, namun antrean panjang kendaraan masih terjadi.

“Himbauan ini hasil koordinasi dengan kepala tol Suramadu,” kata dia, Minggu, 31 Desember 2017. “Kelonggaran ini berlaku sampai akhir masa liburan,” Anis menambahkan.

Terlebih pada masa libur akhur tahun saat ini, antrean kendraaan tambah parah. Sabtu, 30 Desember 2017, Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan terjebak macet di pintu tol Suramadu dan memosting foto kemacetan di akun facebooknya.

Dia perkirakan panjang antrean capai tiga kilometer, lalu lintas nyaris tak bergerak. Namun saat dikonfirmasi via telephone tentang kemacetan itu, Mahfudz tak merespon.

“Macet parah di Suramadu, harap berhati-hati, utamakan keselamatan,” kata Mahfudz dikutip dari status facebooknya.

Heriyanto, warga Bangkalan, yang sempat terjebak macet di pintu tol Suramadu mengatakan penyebab kemacetan karena banyak pengendara yang tidak tahu bahwa Suramadu telah menerapkan pembayaran non tunai.

Sabtu kemarin, kata dia, empat mobil di depan ternyata tidak punya e toll semua, petugas tol menyarakan agar pengemudi meminjam kartu e toll ke pengendara di belakangnya.

“Ternyata empat kendaraan di depan saya gak punya e toll semua, terpaksa mereka semua pakai kartu saya,” tutur Heriyanto.

Sebab itu, Heriyanto menyambut baik bila dibuat kebijakan boleh bayar tunai untuk mencegah kemacetan. “Mestinya memang ada kelonggaran, kalau gak bawa kartu boleh bayar tunai, yang pentingkan bayar,” ungkap dia.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.