Wisata Sampang Ini Kurang Diminati, Setahun Hanya 8 Pengunjung

Bupati Sampang Fadhilah Budiono berziarah ke tempat wisata religi Rato Ebuh di Jalan Mangkubumi Kelurahan Polagan Kecamatan Kota Sampang beberapa waktu lalu. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Potensi wisata di Kabupaten Sampang kurang diminati para pengunjung baik wisatawan mancanegara (wisma) dan wisatawan nusantara (wisnu). Padahal, di Kota Bahari kaya akan budaya terutama di sektor pariwisata seperti wisata religi dan wisata alam.

Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang, mencatat selama tahun 2017 ini jumlah pengunjung wisata di Sampang hanya ada 8 Wisman, dan 112.467 Wisnus. Jumlah itu dari 12 pariwisata di Kabupaten Sampang.

“Untuk wisata alam favorit yang sering dikunjungi yaitu, Pantai Camplong, Air Terjun Toroan, dan Hutan Kera Nepa,” kata Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo, melalui Kasi Pariwisata Endah Nursiskawati, Rabu (27/12/2017).

Dijelaskan Endah, saat ini hanya ada lima kawasan pariwisata yang telah mempunyai SK Bupati Sampang. Diantaranya, Goa Lebar, Kolam Renang Sumber Otok, Pantai Camplong, Hutan Kera Nepa, dan Makam Rato Ebuh.

“Khusus wisata buatan Sumber Otok, tahun depan tidak lagi masuk dalam kawasan pariwisata karena ada proses dengan masyarakat yang belum selesai,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, di tahun 2018 mendatang Disporabudpar akan memprioritaskan pemeliharaan di lima objek pariwisata tersebut. Bahkan, pihaknya sudah ada MoU dengan Pemprov Jatim untuk pengembangan Waduk Klampis.

Mengingat, di tahun 2017 ada kucuran dana yang bersumber dari APBD sebesar Rp. 771.665.000 untuk program pengembangan destinasi pariwisata.

Selanjutnya, program pengembangan pemasaran pariwisata Rp 540.000.000, dan program pengembangan kemitraan Rp 483.188.000.

Sedangkan, tahun 2018 ada program pengembangan destinasi pariwisata dianggarkan Rp 1.016.748.000, program pengembangan pemasaran pariwisata turun Rp 446.231.000, dan program pengembangan kemitraan Rp 31.147.000.

“Anggaran ini diprioritaskan sesuai RPJMD, dari Rp 1 miliar itu hampir 50 persen untuk pembebasan tanah perluasan stadion kerapan sapi, sisanya untuk kebutuhan rutin,” terang Endah.

Endah mengaku, pengembangan pariwisata itu multi sektoral, yang harus semua OPD di Sampang sama-sama berkecimpung baik seperti PJU, penunjuk arah, PKL, dan lain-lain.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.