Bakal Calon Bupati Pamekasan Badrut Tamam berfoto dengan simbol "sehati" bersama warga sebagai bentuk dukungan terhadap kader PKB tersebut, yang akan digelar pada Pilkada 27 Juni 2018.

Pamekasan (Media Madura) – Dukungan terhadap Badrut Tamam sebagai Bakal Calon Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur pada Pilkada 27 Juni 2018 akhir-akhir ini terus mengalir dari berbagai kalangan, baik dari masyarakat umum, ataupun aktivis partai politik di Bumi Gerbang Salam ini.

Dukungan masyarakat itu disampaikan melalui jejaring sosial melalui simbol “sehati” yang memang diperkenalkan kepada publik sejak yang bersangkutan dipastikan maju pada Pilkada Pamekasan 2018 dan mendapatkan dukungan dari partai politik.

Umumnya, para pendukung bacabup muda ini merupakan generasi muda, tokoh ulama dan tokoh masyarakat, bahkan ada juga dari aktivis partai politik yang berbeda dukungan dengan partai politik yang mengusungnya.

Dukungan terhadap Bakal Calon Bupati Pamekasan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pamekasan semakin menguat, setelah Badrut Tamam menentukan pendamping dirinya sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Pamekasan Roja’ie.

Tokoh muda yang kini masih menjabat sebagai Kepala Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan kian menjadi data tarik masyarakat. Sebab, selain sama-sama mantan aktivis organisasi ektra kampus, yakni Badrut Tamam sebagai mantan aktivis PMII, Roja’ie merupakan mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

“Kami tidak hanya mendukung RBT, akan tetapi mencalonkan RBT pada Pilkada Pamekasan 2018,” kata Kepala Desa Blaban dalam akun facebooknya.

Bahkan beberapa hari lalu, sekitar 25 orang pemuda perwakilan dari 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan yang mengatas namakan diri “Gerakan Pemuda Pamekasan relawan Ra Baddrut Tamam for Bupati Pamekasan” juga menggelar deklarasi secara terbuka, menyatakan dukungannya terhadap duet “Berbaur/Badrut Tamam-Roja’ie” itu.

Badrut-Roja’ie dinilai sosok pemimpin ideal “zaman now” karena selain masih muda, cerdas, keduanya juga santun, dan selalu mengkampanyekan “Pilkada Damai” kepada para pendukungnya.

Gerakan Pemuda Pamekasan yang digagas pada tanggal 11 November 2017 itu digelar bahkan di sebuah dusun, yakni di Dusun Togur Laok, Desa Sotabar, Kecamatan Pasean, Pamekasan oleh salah satu pemuda bernama Moh Fadlillah Rohman yang kini sedang menempuh pendidikan S1 di salah satu Perguruan Tinggi di Surabaya. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.