Bangkalan, (Media Madura)- Polres Bangkalan menindak penyebar hoax di media sosial. Namanya Abddurrahman, 26 tahun, warga Kecamatan Burneh. Polisi tidak menahan pemuda penjual buah itu, namun disanksi meminta maaf kepada warga Bangkalan lewat live streaming di facebook.

Jumat, 15 Desember lalu, Abdurrahman lewat akun facebooknya ‘Alif Rahman’  menyebar tiga foto kecelakaan tragis antara truk tronton dan bus, banyak jasad korban dijejer di jalan. Foto itu diberi keterangan singkat ‘Kecelakaan Tadi di Bangkalan’.

Dalam sekejap, unggahan Alif mendapat ratusan like, komemtar dan share. Dan sampai pula ke akun milik Polres Bangkalan. Informasi itu kemudian dikroscek ke Unit Kecelakaan dan dipastikan hoax.

Besoknya, Sabtu, 16 Desember 2017, Humas Polres Bangkalan bikin klarifikasi di media sosial bahwa info kecelakaan itu bohong dan meminta si penyebar untuk menghapusnya namun tak juga dihapus.

“Kami telusuri alamatnya ternyata di Burneh, kita dekati keluarganya, mereka bersedia antarkan sendiri Abddurahman ke Polres,” kata Kapolres Bangkalan, AKBP Anissullah M Ridha, Minggu, 17 Desember 2017.

Setelah diperiksa, Abdurrahman mengaku mendapat foto itu dari temannya. Dia lalu mengunggah ke akunnya karena senang bila postingannya mendapat banyak like, komentar dan share dari netizen.

Meski bisa dijerat dengan UU ITE, namun Kapolres Anis buat kebijakan tak melanjutkan kasus itu. Polisi menyimpulkan Rahmah menyebar hoax karena pengetahuannya minim. Dia tak lulus SD, hanya sampai kelas 1. Bahkan dia juga tak tahu cara menghapus postingan di facebook.

“Lagi pula dia sebentar lagi dia jadi ayah, istrinya tengah hamil delapan bulan,” ujar dia.

Selain sanksi minta maaf terbuka kepada masyarakat, Rahman juga buat surat pernyataan tak akan mengulangi lagi. Dia juga sanksi jadi cyber trooph, tugasnya menshare semua postingan di akun resmi Polres Bangkalan.

“Orang seperti dia perlu diberdayakan,” kata Anis.

Rahman sendiri memang tampak minim pengetahuan, saat diminta membaca surat pernyataan dia terbata-bata dan tidak tahu beberapa kalimat. Surat pernyataan itu pun ia buat dengan bantuan penyidik.

“Saya menyesal, tak akan mengulangi lagi, saya unggah foto itu agar banyak yang berkomentar,” tutur Rahman.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.