Pasangan Bacabup-Bacawabup dari jalur independen Marzuki dan Hariyanto Waluyo (Mahar) , saat melengkapi berkas pendaftaran ke KPU Pamekasan.

Pamekasan, (Media Madura) – Duet pasangan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan Marzuki dan Hariyanto Waluyo (Mahar) yang berangkat melalui jalur independen sudah mulai sesumbar program kerjanya, bahkan Paslon ini berjanji akan memberikan uang dan membayar warganya yang tidak bekerja dan berusia diatas 50 tahun.

Janji “nyeleneh” tersebut diungkapkan oleh Marzuki saat konferensi pers di KPU. Bahkan ia mengaku sengaja tidak akan banyak berjanji agar bisa ditepati.

“Saya tidak akan banyak berjanji supaya bisa dilaksanakan. Bagi orang yang tidak bekerja umur 50 tahun keatas saya bayar,” katanya dengan tegas.

Dana yang akan dibayarkan tersebut tidak akan dibebankan pada APBD, tetapi akan dicarikan program di luar dana pemerintah.

Sayangnya ia tidak menyebutkan beaaran angka yang akan diberikan kepada lansia tersebut dengan dalih masih akan dihitung dan dilakukan pendataan.

“Sehingga dengam begitu putri-putri mereka tenang bersekolah atau bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri,” urainya.

Janji tersebut akan diwujudkan apabila ia terpilih menjadi Bupati Pamekasan dari jalur independen pada Pilkada Pamekasan tahun 2018 mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 51.311 e-KTP yang masih berupa soft copy yakni dalam bentuk sistem informasi pencalonan (Silon) sudah dilengkapi oleh pasangan ini.

Sementara syarat untuk maju melalui jalur independen yakni mendapatkan dukungan sebanyak 51.055 pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Artinya Paslon ini menyetorkan data dukungan lebih dara batas minimal yang ditentukan.

Sementara itu, ketua KPU Pamekasan
Moh. Hamzah mengatakan,secara prinsip data yang disetorkan oleh Paslon tersebut sudah memenuhi syarat administratif bahkan ada data lebih dari syarat minimal yang telah ditetapkan, tetapi masih akan dilakukan verifikasi faktual.

“Nanti kita akan cocokkan dengan hard copy e-KTP yang telah diserahkan kepada kami,” katanya.

Dikatakan Hamzah, dari data e-KTP dan Silon yang telah diserahkan ke KPU nantinya akan dilakukan verifikasi dan apabila ada ketidak cocokan data maka Paslon masih bisa memperbaiki hingga batas terakhir tanggal 8 Desember. Tetapi apabila data tersebut dinyatakan kurang maka tidak bisa lagi ditambah oleh Paslon.

Penulis : Arif
Editor : Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.