Pedagang saat mengeluruk ke kantor UPT Pasar Srimangunan Sampang, Selasa (28/11/2017). (Rtan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di Jalan Sikatan Pasar Srimangunan Sampang meluruk kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Srimangunan, Selasa (28/11/2017) pagi pukul 09.30 WIB.

Mereka mengaku tak terima atas pembongkaran lapak dagangan karena dinilai tebang pilih. Penertiban dilakukan Satpol PP Sampang itu terkesan dipaksakan. Sebab, pembongkaran PKL tanpa disertai surat resmi. Pedagang meminta petugas harus dilakukan secara merata.

“Penertiban pedagang tebang pilih, seharusnya di sekitar Jalan Rajawali depan rumah sakit harus ditertibkan,” ujar Munawi salah satu pedagang di Jalan Sikatan, Selasa (28/11/2017).

Menurutnya, penertiban sekaligus pembongkaran harus tertera dengan surat resmi. Mengingat penertiban pedagang merupakan upaya penilaian Adipura. Para pedagang mengaku siap dilakukan pembongkaran, namun harus dilakukan secara merata.

“Perjanjiannya akan dilakukan secara merata, meski sebelumnya sudah ada informasi, tapi tidak jelas kapan. Tahunya Senin sekarang dibongkar,” keluhnya.

Sementara, Kepala UPT Pasar Srimangunan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Kabupaten Sampang Misnaki Suroso, mengaku enggan disalahkan. Pembongkaran merupakan perintah langsung Bupati Sampang. Sedangkan pihaknya hanya sebatas mengkoordinasikan dengan pihak Satpol PP.

“Seharusnya pihak Satpol PP untuk memindahkan pedagang bukan atas perintah pihak pasar. Nah pihak pasar hanya koordinasi dengan Satpol PP,” dalihnya.

Lanjut Misnaki, pembongkaran diakuinya tidak ada surat peringatan kepada pedagang. Bahkan sudah tidak lagi dilakukan penarikan retribusi sebesar Rp 1.500 sejak lima hari yang lalu. Pedagang yang berada di Jalan Sikatan itu memang tak mau dilakukan relokasi ke dalam pasar.

“Kami sudah koordinasi ke Kepala Disperdagprin, bahwa sementara dilarang berjualan hingga tanggal 30 November mendatang karena ada penilaian Adipura, apalagi Bupati sendiri menginginkan jalan sekitar itu bersih karena di sana ada masjid dan terlihat kumuh dan sering macet,” jelasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.