Media Sosial Bantu Polisi Ungkap Identitas Mayat di Bangkalan

Bangkalan, (Media Madura)- Postingan netizen yang memasang foto mayat tanpa identitas di akun media sosialnya, telah membantu polisi mengungkap identitas mayat yang ditemukan di pinggir sawah Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, pada Ahad, 26 November 2017 lalu.

Mayat itu diketahui bernama Ali Gufron, 23 tahun, warga Kedingding Lor, Kenjeran, Kota Surabaya. Profesinya sopir taksi online.

Salah satu postingan foto itu dilihat oleh teman Junita, 23 tahun. Ia tunangan Ali Gufron. Mereka kenal wajah dalam postingan itu, si teman lantas memberitahu Junita. Junita yang kemudian memberitahukan Maryamah, 40 tahun, ibu korban.

Setelah yakin bahwa mayat itu adalah anaknya, Selasa pagi, 28 November. Junita dan Maryamah mendatangi Polres Bangkalan membawa bukti identitas pendukung seperti ijasah dan tanda pengenal lainnya.

“keluarganya kesini sekitar jam lima pagi,” kata Kepala Satreskrim, AKP Anton Widodo.

Maryamah, ibu korban, menuturkan anaknya itu terakhir pamit pada Sabtu sore lalu. Katanya dia mau mengantar penumpang ke Madura. Namun hingga sabtu malam tak kunjung pulang. Keluarga sudah kirim sms dan telepon namun tak berbalas.

Pada minggu paginya, warga Desa Pangolangan, Burneh, heboh setelah melihat mayat di pinggir sawah. Polisi awalnya sulit mengindentifikasi mayat itu karena tak ada tanda penganal. Namun melihat luka di kepala dan leher, polisi yakin mayat itu dibunuh seseorang.

Untuk mengungkap identitasnya, Humas Polres Bangkalan sempat menyebar foto wajah mayat yang lebih ngezoom ke media sosial dan ternyata upaya tersebut berhasil.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.