Madura United FC vs Persib Bandung pada leg pertama Liga 1 di SGRP Pamekasan.

Bangkalan, (Media Madura) – Salah satu upaya yang dilakukan Madura United untuk menghadapi Liga Indonesia musim depan yaitu mengamankan sejumlah pemain kunci agar tak dipinang klub lain. Salah satu pemain yang diamankan adalah Slamet Nurcahyono. Playmaker berusia 33 tahun langsung mendapat kontrak baru selama satu musim.

“Musim depan nomor 10 tetap milik Slamet Nurcahyo,” kata Presiden Madura United, Achsanul Qosasi.

Kenapa Slamet? Sejak bergabung dengan Madura United pada 2016, Sosok Slamet tak tergantikan di lini tengah tim. Sejauh ini, dia tercatat sebagai raja assit di tim berjuluk ‘Laskar Sape Kerrap’. Pada kompetisi ISC 2016, umpan-umpannya mengantar striker MU saat itu Pablo Rodriguez masuk jajaran top skor dengan 14 gol.

Pada kompetisi Liga 1 2017, aksi Slamet juga mengantar dua striker MU masuk jajaran top skor. Peter Odemwingie dengan 15 gol dan Greg Nwokolo dengan 14 Gol.

Eksistensi dan sumbangsih Slamet bagi Madura United ditorehkan dalam bentuk penghargaan. Penghargaan pertama diberikan Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI). Ia ditetapkan sebagai pemain terbaik Liga 1 untuk bulan Mei 2017.

Slamet dipilih karena menorehkan statistik impresif. Dari lima pertandingan yang dijalani selama Mei, dia mencetak masing-masing satu gol dan assist. Aspek lainnya, dia menciptakan lima peluang per laga dan akurasi tembakan mencapai seratus persen.

Penghargaan kedua diberikan Statoskop, lembaga penyedia statistik dan pengelola data olahraga yang dikontrak Madura United. Statoskop menobatkan.Slamet Nurcahyo sebagai pemain terbaik Madura United selama Bulan Ramadan.

Penghargaan itu diberikan berdasarkan polling. Lewat media social, Statoskop membuat polling dan Slamet meriah polling tertinggi netizen menyisihkan empat nominator kuat seperti Peter Odemwingie, Greg Nwokolo, Asep Berlian dan Eriyanto.

Jackson F Thiago dan Fransesco Totti

Slamet Nurcahyo memulai karir sepakbola lewat klub Asy-Syabaab. Klub ini masuk bagian klub internal Persebaya. Waktu itu, Asy-Syabab dilatih Jackson F Thiago, bekas pemain Persebaya dan baru merintis karir kepelatihan pada 2003.

Dibawah asuhan Jackson, Asy-Syabab keluar sebagai juara Liga internal Persebaya. Kesusksesan itu membuat dirinya diminta melatih tim senior Persebaya. Salah satu pemain Asy-Syabab yang dibawa serta Jackson ke Persebaya adalah Slamet Nurcahyono.

“Slamet pemain berbakat, makanya waktu saya melatih Persebaya, saya panggil dia,” kata Jackson di Stadion Gelora Bangkalan akhir Oktober lalu.

Bergabung dengan Persebaya tak membuat nama Slamet berkibar, dia kalah bersaing dengan playmaker Asing pesebaya Danilo Fernando. Baru pada 2005, Slamet lebih sering mendapat kepercayaan bermain di Persebaya, dia tak membuang-buang kesempatan itu, dia membuktikan kapasitasnya sebagai playmaker loKal terbaik kala itu, dengan dipanggil memperkuat timnas U23.

Sayangnya, sinar Slamet pun ikut redup, setelah Persebaya memilih mundur dari Liga Indonesia karena beberapa permasalahan dan kemudian dijatuhi sanksi terdegradasi ke divisi satu. Slamet pun meninggalkan Persebaya, dia sempat bermain untuk PSS Sleman dan Persibo Bojonegoro namun karirnya meredup.
Nama Slamet kembali bersinar setelah direkrut Madura United pada 2016 lalu. Soal perannya Jackson F Thiago pada karirnya Slamet Nurcahyono tak menampik.

“Beliau melatih saya di Asy-Syabab dan membawa saya ke Persebaya, dia pelatih yang bagus,” kata Slamet usai presconfrence di Stadioan Gelora Bangkalan beberapa waktu lalu.

Yang menarik dari sosok Slamet Nurcahyo adalah sikap di lapangan. Dia jarang sekali emosional meski dilanggar keras pemain lawan, dia begitu tenang dalam bermain. Lalu siapakah idolnya?. “Saya menyukai pemain AS Roma, Fransesco Totti,” katanya.

Penulis: Mukmin Faisal
Editor: Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.