Sumenep, (Media Madura) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengumumkan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) untuk tahun 2018 mendatang.

Berdasarkan informasi sejumlah sumber, UMK Sumenep tahun 2018 ditetapkan sesuai dengan usulan Pemkab yang disampaikan 8 November 2017 lalu, yakni Rp 1.645.146,48.

Dengan demikian, kenaikan UMK Sumenep tahun 2018 sebesar 8,72 persen, karena UMK Sumebep tahun 2017 sebesar Rp 1.513.335.

Namun begitu, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengaku belum menerima salinan keputusan gubernur terkait upah minimum kabupaten (UMK) tahun 2018 tersebut.

“Ya, sampai sekarang kami belum menerima surat resminya dari Pemprov,” ujar Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumenep, Achmad Kamarul Alam.

Ia menjelaskan, ada dua komponen yang sangat menentukan setiap kenaikan UMK, yakni pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi secara nasional. 

“Jadi dua komponen itu yang paling menentukan. Jika UMK (Sumenep) benar ditetapkan sesuai dengan usulan kami, itu patut di syukuri,” ungkapnya.

Disamping itu, adanya kenaikan UMK tersebut juga dijadikan pemicu bagi masyarakat di kabupaten paling timur Pulau Madura ini lebih semangat mencari kerja di daerahnya sendiri. 

“Yang sudah bekerja agar tambah rajin bekerja, dan yang belum bekerja tidak mencari kerja jauh-jauh keluar daerah, apalagi menjadi TKI,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.