Ilustrasi / google

Pamekasan, (Media Madura) – Bunga (nama samaran) siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) menjadi korban pencabulan. Pelakunya, adalah berinisial TR, pemuda asal Desa Tattangoh, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pamekasan, Ipda Kadek Intan mengatakan, aksi bejat itu dilakukan pada waktu tengah malam. Lokasinya, di belakang Kantor PDAM Pamekasan, Senin (20/11/2017) kemarin.

“Dengan modus mengajak korban saat bertemu di tengah jalan untuk menaiki motornya, kebetulan korban memang bermaksud membeli pentol,” kata Kadek, Rabu (22/11/2017).

“Tanpa pikir panjang, si korban langsung naik motor pelaku. Tetapi nyatanya korban masih dibawa muter-muter oleh pelaku hingga akhirnya tiba di tempat kejadian perkara (TKP),” jelasnya, Rabu (22/11/2017).

Tiba di lokasi, korban dipaksa memegang kemaluan pelaku. Aksinya tidak sampai di situ saja, korban juga dipaksa melayani hawa nafsu pelaku yang memuncak hingga akhirnya terjadi hubungan layaknya suami istri.

“Awalnya, korban dipanggil dan dipaksa melayani nafsunya dengan meminta korban membuka celana dalamnya kemudian disuruh memegang kemaluan pelaku,” tambah Kadek.

Nahas, aksi pelaku tidak berlangsung lama lantaran tepergok driver ojek online. Sontak, aksinya terhenti seketika.

Menurut Kadek, saat “eksekusi” sedang berlangsung, seorang ojek online melintas di jalan belakang Kantor PDAM. Sementara korban yang masih berusia 8 tahun ditinggal begitu begitu saja oleh pelaku.

“Ya, korban pulang sendirian ke rumahnya. Setelah korban tiba di rumahnya, kemudian menceritakan kejadian yang dialami, dan orangtuanya langsung melaporkan ke Polres” jelasnya.

Dari kejadian itu, polisi tidak membutuhkan waktu lama untuk menangkap pelaku. Pelaku kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk bui.

“Pelaku dijerat Pasal 82 UU RI No. 35 Tahun 2014 sebagaimana perubahan dari UURI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Kadek.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.