Berkas Perkara Kasus Sabu 8,75 Kilogram Dilimpahkan ke Kejari Sampang

Advertisement

Sampang, (Media Madura) – Penyidik Satres Narkoba Polres Sampang melimpahkan berkas kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu seberat 8,75 kilogram ke Kejaksaan Negeri Sampang, Madura, Jawa Timur, untuk diproses.

Kasus tersebut menyeret dua tersangka, Faisol (31) warga Kabupaten Bondowoso dan Misbah bin Rahman (37) warga Kabupaten Pamekasan.

“Hari ini telah dilaksanakan penyerahan tahap 2 (barang bukti dan tersangka) dari penyidik Polres Sampang ke Kejaksaan,” kata KBO Satres Narkoba Ipda Edi Eko Purnomo mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, Rabu (8/11/2017) pukul 10.30 WIB.

Saat ini, lanjut Edi, polisi masih memburu tersangka inisial S diketahui sebagai bandar dalam kasus penyalahgunaan sabu 8,75 kilogram itu. S ditetapkan sebagai DPO.

Penyerahan tahap 2 itu merupakan tindak lanjut pernyataan P-21 Kejaksaan beberapa waktu lalu. Barang bukti yang diserahkan ke Korps Adhyaksa itu yakni mobil CRV nopol L 1787 CF yang digunakan tersangka, sabu 11 gram selebihnya sudah dimusnahkan.

Faisol dan Misbah bin Rahman ditetapkan sebagai tersangka lantaran kedapatan membawa sabu seberat 8,75 kilogram di kawasan pantura Jalan Raya Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, pada Jumat 25 Agustus 2017 lalu.

Polisi berhasil menggagalkan pengiriman sabu 8,75 kilogram tersebut yang diketahui berasal dari Provinsi Jambi. Barang haram itu terbungkus 11 kantong plastik dan tersimpan di belakang bagasi mobil tersangka.

Selanjutnya, pada Kamis (14/9/2017) sabu 8,74 gram dari total 8,75 kilogram tersebut dimusnahkan oleh Kepolisian Resort Sampang, dan dihadiri Kepala Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya Kombes Pol Ir. R. Agus Budiharta, BNNP Jawa Timur Kompol Habibah.

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sampang Tulus, mengatakan pihaknya sudah menerima penyerahan tahap 2 kasus narkoba 8,75 kilogram dari penyidik. Untuk itu, selama waktu 20 hari ke depan masih akan meneliti kelengkapan penyerahan tersebut untuk diproses pelimpahan ke pengadilan.

“Kita mau laporan ke pimpinan dulu penyerahan tahap 2 ini, baru setelah waktu 20 hari akan diproses agar cepet disidangkan,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here