Sumenep, (Media Madura) – Gaji anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dipastikan naik sebesar Rp10 juta perbulan.

“Ya, Kenaikan gaji anggota dewan akhir tahun ini naik antara Rp 9-10 juta perbulan,” kata Wakil Ketua DPRD Sumenep, Moh. Hanafi.

Ia menerangkan, kenaikan gaji tersebut diatur dalam Perda yang disahkan pada bulan Agustus lalu sebagai turunan dari PP) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD.

Dengan terbitnya PP tersebut, maka PP Nomor 21 Tahun 2007 tentang tentang Perubahan PP 24 Tahun 2004 tentang kedudukan protokoler dan keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD otomatis tidak berlaku.

“Sumenep kan masuk katergori keuangan sedang, berarti tinjangan di komunikasi 2 kali lipat dari uang representasi,” jelas Hanafi. 

“Sehingga gaji anggota dewan yang akan diterima kisaran Rp. 26-27 jutaan dari sebelumnya Rp.17 juta perbulan, ini belum termasuk PPN PPH,” tambahnya. 

Namun demikian, hingga awal November ini, sebanyak 50 anggota dewan Sumebep belum menerima kenaikan gaji lantaran proses appraisal (tim penaksir) belum selesai.

Tetapi, politisi Partai Demokrat itu swmua anggota pasti akan mendapatkan hak keuangan tersebut. Sebab, berdasarkan amanah PP Nomor 18 hak keuangan itu harus dibayar sebulan setelah perda disahkan.

“Jadi mungkin nanti dirapel, karena kan anggarannya akan diambilkan di PAK 2017,” tandasnya. 

Swbagai tambahan informasi, bahwa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2017, hak keuangan anggota wakil rakyat dengan tunjangan baru dihitung selama empat bulan, terhitung sejak September sampai Desember, dan dianggarkan sekitar Rp 5 miliar untuk 50 anggota dewan.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.