Fadhilah Tengahi Penganiayaan Dokter RSUD Sampang dengan Kades

Sampang, (Media Madura) – Insiden penganiayaan terhadap korban yang dilakukan oknum Kepala Desa (Kades) Bringin Nunggal Kecamatan Torjun H. Abdullah Hidayat akhirnya berdamai. Korban penganiayaan diketahui bernama Sulis, dokter di UGD RSUD Sampang.

Perdamaian kedua belah pihak itu difasilitasi oleh Bupati Sampang Fadhilah Budiono di kantor Pemkab Sampang Jalan Jamaludin, pada Senin (30/10/2017) kemarin.

Bupati Sampang Fadhilah Budiono memberikan keterangan di aula Pemkab Sampang, Selasa (31/10/2017). (Ryan Hariyanto/MM).

Pada pukul 14.00 WIB Selasa (31/10/2017) siang Bupati Sampang menggelar konferensi pers. Kepada wartawan, Fadhilah menuturkan peristiwa penganiayaan bermula terkait permasalahan pelayanan rumah sakit. Ketika itu, pasien H. Jalal, orangtua Abdullah Hidayat sedang dirawat di UGD akibat penyakit yang dideritanya.

Informasi diterima mediamadura.com, penganiayaan terjadi pada Minggu (22/10/2017) pukul 21.22 WIB.

Singkat cerita, Abdullah Hidayat akrab disapa Jih AB tersinggung dengan ucapan yang dilontarkan korban. Penanganan kepada pasien lambat, korban justru marah kepada keluarga pasien dan meminta untuk ditangani oleh dokter lain.

“Dokter Sulis menangani abahnya Jih AB (H. Jalal-red) tanya terus menerus penyakit apa, tapi hanya Jih AB yang jawab, intinya keluarga pasien ingin cepat ditangani bukan ditanya terus, malah dokternya ini bilang ya sudah kalau tidak mau dirawat silahkan cari dokter lain,” ucap Fadhilah menirukan pengakuan Jih AB, Selasa (31/10/2017).

Situasi semakin pecah, H. AB sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sampang itu mulai naik pitam. Luapan kemarahan dilakukan H AB dengan menjambak kerudung dokter perempuan berkacamata tersebut. Insiden itu dilerai oleh rekan petugas medis lainnya.

Sayangnya saat kejadian informasi penganiayaan dokter RSUD Sampang dengan oknum Kades tersembunyi. Fadhilah beralasan, kasus penganiayaan langsung damai dan ditangani oleh manajemen rumah sakit. Hanya saja, kasus tersebut meluas ke publik akibat beredarnya video CCTV berdurasi 54 detik dari ruangan UGD RSUD Sampang.

“Saat kejadian di malam hari itu juga mereka sudah damai di rumah sakit, hanya videonya beredar empat hari dari kejadian, makanya kami masih mencari siapa penyebar video itu apalagi pihak rumah sakit ngaku kecolongan,” kata Fadhilah.

Dirinya menegaskan, dalam mediasi dihadiri beberapa pihak baik dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur dan Kabupaten Sampang serta pihak lainnya, menyepakati H AB meminta maaf atas insiden tersebut. Begitu pun korban tidak mau membawa kasus itu ke jalur hukum.

“Kedua belah pihak sudah damai, Jih AB selaku Ketua AKD dan pribadi ngaku masih butuh jasa pelayanan rumah sakit, karena ini hal biasa sudah manusiawi,” jelasnya.

Fadhilah berjanji ke depan akan ada evaluasi atas insiden pelayanan rumah sakit. Termasuk melakukan pergantian dan pergeseran manajemen RSUD Sampang. “Insyaallah pasti ada, mohon doanya saja,” tegas Fadhilah.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.