Ketua Bappilu Partai Demokrat Pamekasan, Ismail

Pamekasan, (Media Madura) – Program Smart City atau kota pintar yang digagas Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur gagal terealisasi. Demikian diungkapkan, Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Ismail, Senin (30/10/2017).

“Program Smart City yang sudah direncanakan akan terlaksana tahun 2017 ini gagal direalisasikan, karena menemukan kendala regulasi dan beberapa kendala lainnya. Payung hukumnya belum jelas, dan memerlukan anggaran besar,” katanya, Senin (30/10/2017).

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Pamekasan, M Bahrun mengatakan, pada program Smart City itu direncanakan akan menelan anggaran sampai Rp 3 miliar.

“Anggarannya Rp 3 Miliar, dari program itu maka Pamekasan akan mengalami kemajuan,” katanya.

Dari program itu, tambah Bahrun, pemerintah diharapkan bisa menyediakan layanan internet gratis di sejumlah titik, khususnya di ruang-ruang publik.

“Internet akan terpasang di berbagai perkantoran,” tambahnya.

Selain itu, akan membuat jajaran Unit Perangkat Daerah (UPD) bisa terkoneksi dengan internet. Sedangkan konsep smart city dibagi menjadi enam, yakni smart mobility, smart environmental, smart government dan smart living.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.