Normalisasi Sungai Kemuning Sampang Dianggarkan Rp 365 Miliar

Sosilaisasi pembangunan dan pengendalian banjir kali Kemuning di aula Bapelitbangda Samoang, Jumat (27/10/2017). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menganggarkan Rp 365,3 miliar untuk normalisasi dan penguatan tebing sungai Kemuning Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Dana bersumber dari APBN itu secara Multi Years Contrak (MYC) selama tiga tahun, mulai 2017 hingga 2019. Rinciannya, tahun 2017 nilai kontrak senilai Rp 8,3 miliar, tahun 2018 Rp 73 miliar, dan tahun 2019 sebesar Rp 284 miar.

Pekerjaannya pun dibagi menjadi dua paket. Paket I dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Adi Karya Persero dengan total nilai kontrak selama tiga tahun sebesar Rp 205,4 miliar. Sedangkan, paket II dikerjakan PT Rudi Jaya dan PT Jati Wangi dengan total nilai kontrak Rp 159,9 miliar.

Kepala BBWS Brantas Fauzi Idris, saat kunjungannya di Sampang, mengatakan anggaran miliaran itu sebagai normalisasi sungai Kemuning sepanjang sembilan kilometer. Paket I dan II fokus menangani sungai yang ada. Sebab, kondisi sungai saat ini sendimennya banyak.

“Ada tanggul yang sudah miring, maka itu pihaknya akan melakukan perbaikan, jika ada banjir bisa maksimal air mengalir ke hilir,” kata Fauzi usai sosialisasi pembangunan pengendalian banjir kali Kemuning Kabupaten Sampang di aula Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbangda), Jumat (27/10/2017) siang.

Menurutnya, dalam penanganan banjir pemerintah akan memecah dua aluran sungai baru atau floodway sepanjang tujuh kilometer. Nantinya dikeruk dibagian tepi sungai. Hanya saja, Pemkab Sampang diminta menyelesaikan pembebasan lahan.

“Yang sangat mendesak itu nanti ke depan kita akan buat alur baru (floodway-red), aliran sungai lama masuk ke laut dan sungai baru yang kita buat sekarang, sehingga ketika banjir ada dua alirannya bisa tertangani,” jelasnya.

Sementara Kabid Pengelolaan Sungai Dinas PUPR Sampang Zaiful Muqaddas, menambahkan pihaknya akan melakukan pengukuran dalam pengerjaan normalisasi dan perkuatan tebing sungai Kemuning.

Sesuai keinginan Bupati Sampang, pengerjaan normalisasi perlu penghijuan di sungai Kemuning. Pengendalian banjir normalisasi nantinya pengerukan dan juga perkuatan tebing. Misalkan seperti sheet pile, bronjong dan semacamnya.

“Pengukuran ini nanti menentukan titik dan material yang mau ditempatkan, baru bisa mobilisasi, soal kebutuhan sekitar 40 meter dari aliran sungai lima meter sebelah kanan dan kiri harus ada tanggul sungai, fungsinya sebagai inspeksi,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.