Pengendara motor terjatuh di Jalan KH Wahid Hasyim Sampang, Kamis (26/10/2027). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kondisi akses utama jalan nasional bergelombang kerap menimbulkan korban bagi pengendara motor. Seperti yang terjadi di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis (26/10/2017) pagi pukul 06.00 WIB.

Tidak ada yang tahu kapan jalan itu rusak. Faktanya selama sepekan ini, jalan nasional bergelombang itu lima pengendara sepeda motor terjatuh. Meski tidak memakan korban jiwa, pengendara motor mengalami luka berat. Anehnya, pemerintah yang mempunyai tanggungjawab seolah-olah angkat tangan dan tutup mata atas kondisi tersebut.

Pantuan mediamadura.com, jalan bergelombang tepat di pusat kota tersebut hanya diberi batas separator dan cat putih. Posisi tanda itu pun cukup membahayakan pengguna jalan. Jika tidak waspada ketika melintas, pengendara menabrak batas separator dan terjatuh.

“Buktinya pengguna motor ini, karena tidak tahu ada separator akibat jalan bergelombang akhirnya terjatuh, ini bentuk ketidak pedulian pemerintah, sudah sepekan ada lima korban,” kata Hakim (28) warga Kota Sampang, Kamis (26/10/2017).

Menurutnya, sebelum memakan korban jiwa. Pemerintah harus segera memperbaiki rusaknya jalan nasional akses utama Kabupaten Pamekasan-Sumenep. Alasan itu bukan tanpa sebab karena jalan bergelombang membahayakan pengguna jalan termasuk saat kondisi malam hari.

Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Pamekasan di Sampang Moh Haris, menerangkan rusaknya jalan nasional bukan menjadi wewenang dinasnya. Melainkan tanggungjawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Surabaya.

Lanjut Haris, pihaknya saat ini mempunyai kewenangan mengurusi jalan provinsi di Sampang. Soal jalan nasional di Madura, saat ini dibagi menjadi dua wilayah. Yaitu, titik jalan nasional tepat di pintu masuk Kota Sampang ke arah timur sampai Kabupaten Sumenep menjadi wewenang BBPJN Surabaya di Pamekasan.

“Sedangkan ke arah barat sampai Kamal wewenang BBPJN Surabaya di Bangkalan, nanti anggaran perbaikannya dari APBN, sudah jelas itu (jalan rusak-red) wewenang BBPJN bukan saya,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.