Penggalangan koin untuk PSSI dilakukan supporter Madura Bersatu di Kota Sampang, Kamis (26/10/2017) sore. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Sejumlah suporter Madura United FC menyuarakan kekecewaannya dengan gerakan penggalangan dana lewat ‘Aksi Koin Untuk PSSI’. Penggalangan koin mengatasnamakan suporter Madura Bersatu itu dilakukan di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Sampang, Kamis (26/10/2017) pukul 16.00 WIB.

Mereka tergabung dari empat suporter di Madura, terdiri dari K-conk Mania, Trunojoyo Mania, Tretan Dhibik, dan Pencot Mania. Hasil dari aksi koin untuk PSSI itu akan diserahkan kepada manajemen Madura United FC untuk membantu membayar denda sebesar Rp 120 juta.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap Madura United FC atas sanksi diberikan PSSI,” kata Humas Trunojoyo Mania, Deaz Terengganu di sela-sela penggalangan koin di Sampang, Kamis (26/10/2017) sore.

Pemberian sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Madura United FC menyusul aksi anarkistis yang dilakukan official klub Laskar Sape Kerrab berupa menendang wasit, Hasan Akrami yang memimpin pertandingan. Hal itu sesuai dengan putusan Komdis yang dikeluarkan pada Jumat (20/10/2017) kemarin.

Kala itu, Madura United FC bertanding melawan Pusamania Borneo FC pada pekan ke-29 Liga 1 2017, di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan, Madura. Sanksi untuk Madura United berupa empat kali pertandingan tanpa penonton di luar Madura (pertandingan usiran).

Menurut Deaz, sanksi dikeluarkan PSSI tersebut dinilai tanpa ada pedoman khusus. Aksi koin itu hanya sehari dilakukan di Kota Sampang sampai ada perubahan dan revolusi di tubuh PSSI.

Hal senada disampaikan Dirijen K-conk Mania, Mimit (37). Ia menyesalkan atas besaran sanksi dikeluarkan PSSI. Sebab, jelas tidak memberikan edukasi serta pembunuhan karakter pesebakbola maupun sejumlah suporter.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.