Hormati Choirul Huda, Madura United Sambut Baik Inisiatif Operator Liga 1

Karangan bunga dukacita Madura United untuk almarhum, Choirul Huda

Pamekasan, (Media Madura) – Madura United juga merasakan duka mendalam atas meninggalnya kiper Persela Lamongan, Choirul Huda.

Mendengar kabar meninggalnya kiper berusia 38 itu, Presiden Klub, Achsanul Qosasi dan jajaran menajemen klub, langsung menyampaikan dukacita. Ucapan dukacita diposting di akun media sosial pribadi mereka masing-masing.

Bahkan, AQ sapaan akrab Achsanul, mewajibkan official dan pemain Madura United yang memeluk agama Islam melaksanakan shalat ghaib untuk almarhum sebagai bentuk bela sungkawa.

Pada Minggu (15/10/2017) sore, Choirul Huda dinyatakan meninggal dunia akibat berbenturan dengan rekan setimnya saat melawan Semen Padang di Stadion Surajaya Lamongan. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Huda tidak tertolong.

Kabar meninggalnya Huda viral di media sosial. Bahkan, menyita perhatian dunia, termasuk dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan pemain bintang dunia, Paul Pogba. Beberapa media internasional pun turut memberitakan kabar meninggalnya sang kapten.

Atas loyalitas dan totalitas almarhum kepada klub, maka operator kompetisi menyarankan kepada setiap klub Liga 1 untuk mengheningkan cipta sebelum pertandingan dimulai.

Dan, Madura United kemungkinan akan melakukan itu saat dijamu Persib Bandung pada pekan ke-30 Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Kamis 19 Oktober mendatang.

Informasi yang dihimpun mediamadura.com di lapangan, pemain akan masuk ke lapangan dengan mengenakan jersey berwarna kuning, dengan tulisan pada bagian depan nama Choirul Huda dan nomor punggung 1.

Selanjutnya, pemain kedua klub akan berjalan ke area lingkaran tengah untuk
melakukan one minute silent atau mengheningkan cipta untuk almarhum. Warna kuning adalah jersey yang dikenakan oleh Huda.

“Madura United respek atas inisiatif pelaksana kompetisi untuk mengenang Choirul Huda yang memiliki dedikasi atas profesinya sebagai pesepakbola,” kata Achsanul Qosasi.

“Semoga kejadian tersebut tidak berulang. Semua pihak baik yang terlibat dalam sepakbola secara langsung atau tidak, merasakan duka,” tutup AQ.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.