Ilustrasi / google

Sampang, (Media Madura) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Anang Joenaidi, mengatakan kekeringan di Sampang diprediksi berakhir hingga Oktober 2017. Hal ini sesuai informasi diterima BPBD Sampang dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Status kekeringan di Sampang mulai bulan Agustus sampai Oktober,” kata Anang, Senin (16/10/2017).

Anang menyampaikan, 42 desa tersebar di 13 kecamatan di Sampang tercatat sebagai daerah kekeringan. Meski hujan turun di beberapa daerah bukan berarti musim kemarau bisa teratasi. Prakira peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan akan terjadi di awal hingga pertengahan November 2017 mendatang.

“Pertengahan bulan November ini sudah masuk musim hujan,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, anggaran penanggulangan bencana kekeringan sebesar Rp 150 juta bersumber dari APBD 2017 telah terealisasi 70 persen. Dana itu diyakini bisa mencukupi hingga akhir Oktober.

Dalam memberikan bantuan mengatasi bencana kekeringan, BPBD menyuplai air bersih setiap desa yang terdampak yakni diberi air bersih sebanyak 10 kali. Bantuan sesuai hasil pendataan dan kordinasi masing-masing kecamatan.

“Faktor penyebab kekeringan selama ini karena sumber mata air kering, keterjangkuan air, dan tidak adanya tandon,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.