Presiden RI Joko Widodo (tengah), Gubernur Jati Soekarwo (kiri) dan Bupati Sumenep A Busyro Karim saat di Bandara Tronojoyo

Sumenep, (Media Madura) – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Busyro Karim punya cara sendiri mengambil panggung saat Presiden RI, Joko Widodo datang ke Kabupaten Sumenep beberapa hari lalu.

Pada kesempatan tersebut, A Busyro Karim memberi usulan agar Jokowi membentuk Kementerian pondok Pesantren. Katanya, kinerja Kementrian Agama (Kemenag) selama ini dinilai tidak maksimal dalam membina Pondok Pesantren di Indonesia.

“Menurut saya, Kemenag selama ini tidak maksimal mengurus Pesantren. Pondok Pesantren berjalan bukan karena Kemenag, tetapi berjalan bersama masyarakat,” ungkapnya. 

Disamping itu, Busyro menyebut, jumlah Pesantren di Indonesia sangat banyak.  Saat ini saja, di Sumenep terdapat 334 Pondok Pesantren, sementara di Jawa Timur terdapat sekitar 6000 Pondok Pesantren.

“Saya mengusulkan (pembentukan) Kementerian Pondok Pesantren karena keberadaan Pondok Pesantren terkesan terabaikan karena tidak ada lembaga yang menangani secara maksimal,” terangnya.

Menurutnya, usulan tersebut mengacu kepada penetapan Hari Santri oleh Presiden Joko Widodo. Penetapan hari santri itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

“Hari santri yang mengajukan kiai-kiai, adanya Kementerian Pondok Pesntren kan usulan kiai juga,” selorohnya.

Bupati dua periode itu mengatakan, usulan itu sudah langsung dirinya sampaikan kepada Presiden RI saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Karimiyah, Desa Braji, Kecamatan Gapura.

Bahkan Busyro mengklaim usulan yang dilontarkan mendapat tanggapan dari menteri terkait. “Saya sempat diminta nomor HP oleh menteri terkait, katanya khusus membahas usulan pembentukan itu,” akunya. 

Mendengar usulan menarik dari Bupati Sumenep tersebut, Presiden Jokowi menyambut dengan senyum lebar. Ia berjanji mempertimbangkan ide tersebut. 

“Akan tetap saya kawal dan akan saya bicarakan dengan Kementerian terkait,” jawab Jokowi singkat. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan