LPJU (dok/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur Mohammad Karimullah mempertanyakan kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) setempat terkait molornya pengerjaaan proyek Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).

Menurut Karimullah, tahun ini Pemkab Pamekasan melalui Dishub menggelontorkan dana sebesar Rp 750 juta, namun sampai saat ini proyek tersebut belum juga digelar. Jangankan digelar, proses lelang pun belum tuntas.

“Dilaman LPSE belum mencantumkan tender LPJU terbaru, proyek LPJU yang dipampangkan hanya yang paket-paket lama. Yakni tahun anggaran 2015 dan 2016,” katanya, Kamis (28/9/2017).

Ditambahkan oleh politisi Partai Gerindra itu, paket proyek yang belum digelar bukan hanya LPJU, akan tetapi banyak paket proyek lain yang menurutnya sangat ditunggu masyarakat.

”Kami heran mengapa sampai sekarang paket-paket proyek itu belum digelar. Ini jelas menghambat pembangunan dan masyarakat dirugikan,” tambah Karimullah.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan Ajib Abdullah mengatakan, pekerjaan kegiatan penerangan jalan sudah memasuki proses tender. Namun dalam waktu dekat, paket yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 pasti ditenderkan.

”Saat ini persiapan masa lelang. Tunggu saja pengumumannya di LPSE,” katanya santai,.

Ditambahkan oleh mantan kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) itu, paket proyek LPJU Rp 750 juta itu masih difokuskan di area perkotaan, khususnya di Jalan KH Agus Salim dari depan kantor KONI di sisi utara Arek Lancor menuju arah Pasar Kolpajung.

“Lokasi tersebut menjadi prioritas karena dinilai kurang penerangan. Kalau di area perkotaan sudah terang, barulah kita pindah ke lokasi lainnya,” tambah Ajib.

Molornya proyek LPJU itu, bukan hanya terjadi pada tahun ini saja. Pada 2015, LPJU dengan anggaran Rp 688.100.000 juga molor. Sebagaimana tercantum di laman LPSE, paket yang dimenangkan CV Mahawan itu baru penandatanganan kontrak pada akhir Juni 2015.

Di tahun yang sama, paket pekerjaan LPJU senilai Rp 790.500.000 juga molor. Proyek yang tendernya dimenangkan PT Prima Jaya Sinergi ini baru penandatangan kontrak awal Oktober 2015. Termasuk pembangunan LPJU 2016 juga lambat.

Paket proyek senilai Rp 671.074.000 yang dikerjakan CV. Srikandi tersebut baru selesai tender pada akhir Oktober 2016.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan