Sumenep, (Media Madura) – Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengalami nasib yang memprihatinkan. Perusahaan tersebut kini menderita kerugian yang sangat besar. 

Kepada wartawan, Direktur Perusahaan Daerah (PD) Sumekar, Darwies Maszar menyatakan, dari hasil amatan neraca keuangan perusahaan, PD Sumekar didera kerugian mencapai Rp 700 juta.

“Kerugian itu mencapai Rp 700 juta lebih, itu yang kami tahu dari catatan keuangan,” ucapnya.

Bahkan, sambung Darwis, dari operasi yang dilakukan selama ini, perusahannya masih juga menanggung hutang sekitar Rp 500 juta lebih, dengan minus kekayaan Rp 12 juta.

“Jadi, perusahaan ini memang sudah bisa dibilang pailit. Akan tetapi, perusahaan akan tetap jalan, tidak akan ditutup,” sambungnya.

Dia menegaskan, dengan dilantiknya dirinya tentu diperlukan adanya terobosan baru agar perusahaan tetap bangkit. Caranya, memaksimalkan setiap peluang bisnis serta meningkatkan sisi marketing

“Kami tetap berupaya, saat ini bekerjasama dengan PT Randu, memasarkan perumahan dan juga menjual jasa umrah,” tuturnya optimis. 

Darwis berujar, pihaknya masih merasa yakin ke depan akan banyak ruang untuk membabgkitkan dan menggerakkan PD Sumekar.

“Bayangkan, tanpa modal, kami sudah punya kantor dan karyawan. Jadi, hutang dan kerugian pasti akan tertutupi. Kami berjanji akan bekerja keras,” tandasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan