Aparat kepolisian bersama warga saat mengevakuasi korban

Sumenep, 22/9 (Media Madura) – Dua penambang yang terkubur reruntuhan sirtu di Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akhirnya dapat dievakuasi. 

Evakuasi berlangsung dramatis, lantaran bongkahan tanah yang ambles dan menimbun kedua korban cukup besar. Bahkan, evakuasi memakan waktu sangat lama, yaitu hampir 24 jam. 

“Ya, setelah upaya evakuasi cukup lama semua korban (penambang) sudah berhasil dievakuasi,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Jumat (22/9/2017).

Kedua penambang tersebut adalah Edi Mariyono alias Nono (28), ia berhasil dievakuasi pada pukul 21.00 malam, dan Misnadi alias Pak Nadi baru bisa dievakuasi sekitar pukul 05.15 WIB tadi pagi. 

“Semua sudah dipulangkan ke rumah duka dan dimakamkan,” sambung Suwardi

Seperti diberitakan sebelumnya, tambang sirtu di Desa Kebundadap Barat yang diduga tak berizin mengalami ambles, Kamis (21/09/2017) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut Kepolisian setempat, peristiwa nahas bermula saat empat penambang, yaitu P Saleh (40), Nadi (55), Imam (40), ketiganya warga Desa Langsar dan Edi Mariyono alias Nono (28), warga Dusun Timur Leke Desa Saroka sedang menggali batu di tanah milik Nadi. 

Namun, tiba-tiba tanah mengalami longsor sehingga Nadi dan Nono terjebak tanah berbatu yang ambles. Sementara P Saleh dan Imam dapat menyelamatkan diri.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan