Petani garam (foto: Rosy)

Sumenep, (Media Madura) – PT Garam (Persero) akhirnya mengabulkan permintaan petani garam Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur untuk menjual garam impor di atas Rp 2000.

Permintaan tersebut untuk melindungi harga lokal atau garam rakyat agar tidak anjlok, meski pemerintah bersikeras memasukkan garam impor ke Indonesia.

Sejak beberapa waktu lalu, PT. Garam dikabarkan mulai menjual garam yang diimpor dari Australia kepada mitra usahanya. Harganya cukup positif, mulai dari Rp 2.250 hingga Rp 2.500 per kilogram.

Ketua Asosiasi Masyarakat Garam (AMG) Sumenep, Ubaidillah sangat apresiatif bila PT Garam benar memenuhi permintaan para petani garam mengenai harga garam impor.

Karena dengan demikian, masuknya garam impor tidak justru merusak harga garam dalam negeri, khususnya garam rakyat.

“Memang kami meminta PT Garam menjual garam impor dengan harga di atas Rp 2.000 per kilogram, hal itu agar harga garam rakyat tetap terjaga,” kata Ubaidillah, Jumat (15/9/2017).

Terpisah, Direktur Produksi PT Garam, Budi Sasongko mengaku sudah mebgabulkan permintaan petani garam untuk menjual garam impor dengan harga di atas Rp 2.000 per kilogram.

“Dari 75 ribu ton garam yang kami impor dari Australia sebagaimana ditugaskan negara, sebanyak 15 ribu ton lebih telah dijual dengan harga pada kisaran Rp 2.250 hingga Rp 2.500 per kilogram,” aku Budi Sasongko.

Menurutnya, patokan harga jual garam impor di atas Rp 2.000 per kilogram itu merupakan bentuk perlindungan kepada petani garam rakyat yang saat ini memang tengah masa panen.

“Kami memang dan harus tahu diri. Saat ini adalah masa panen garam. Kami wajib melindungi petani garam dan salah satu caranya dengan menjual garam impor tersebut di atas Rp 2.000 per kilogram,” tandasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan