Sidak apotik oleh Dinkes Sumenep

Sumenep, 15/9 (Media Madura) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah epotek di wilayah setempat.

Sidak dilakukan untuk mengantisipasi beredarnya obat terlarang PCC (Paracetamol Cafein Carisoprodol) dan sejenisnya yang baru-baru ini bikin heboh Kendari, Sulawesi Tenggara. 

Namun, tidak ditemukan obat jenis terlarang seperti PCC. Karena sejak beberapa bulan terakhir jenis obat yang tidak boleh diperjual belikan sudah di tarik oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) RI.

“Selama tiga bulan ini kami melakukan monitoring dan evaluasi (monev). Ya ternyata masih belum menemukan obat-obat jenis PCC di apotek-apotek Sumenep,” kata Kepala Seksi Kefarmasian, Ervin, Jumat (15/9/2017).

Kendati belum ada temuan, ke depan pengawasan peredaran obat terlarang akan terus dilakukan di berbagai apotek. Baik terkait kebersihan maupun penempatan jenis obat, karena untuk jenis tertentu tidak dicampur aduk.

“Setiap saat pasti kami melakukan monev, baik secara fisik atau pun jenis obat-obatan,” ungkapnya.

Jika pada kesempatan yang lain, tegas Ervin, Dinkes menemukan obat terlaran seperti obat jenis Tramadol, Somadril, dan PCC dijual di apotek. Maka tak segan-segan pihaknya berjanji mencabut izin apotek tersebut.

Sanksi tersebut akan diberikan apabila tidak mengindahkan berbagai teguran yang dilayangkan oleh Dinkes. “Sanksi terberat bisa pencabutan izin operasi,” tukasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan