Wakapolres Pamekasan, Kompol Harnoto (bertopi) saat konferensi pers pelaku pelemparan batu bus Arema FC di Mapolres Pamekasan, Senin (11/8/2017). (foto: Istimewa)

Pamekasan, (Media Madura) – Oknum suporter yang melakukan pelemparan batu terhadap bus yang ditumpangi para pemain Arema FC ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Wakapolres Pamekasan, Kompol Harnoto mengatakan, tersangka diamankan petugas Dishub Pamekasan sebelum diserahkan kepada polres setempat. Tersangka berinisial AGP (17), warga Jalan Kowel Jaya, Kelurahan Kowel, Pamekasan.

“Kita kenakan pasal 170 KUHP, kita subsider-kan ke pasal 466 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun dua bulan atau dua tahun dua bulan,” katanya di Mapolres Pamekasan, Senin (11/9/2017).

Insiden pelemparan batu terjadi di luar stadion, Minggu (10/9/2017) malam. Saat itu bus Arema FC hendak menuju tempat penginapan usai dijamu tuan rumah Madura United dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan.

Akibatnya, dua orang official Singo Edan mengalami luka-luka, selain bus mengalami kerusakan.

“Korban ringan saja, sementara ada dua orang official. Untuk kerusakan bus, kaca pecah bagian belakang dan sedikit bodi yang bagian kanan,” Harnoto menjelaskan.

Satu unit bus, satu batu gunung berukuran sedang, dan pecahan warna bening hitam dijadikan barang bukti atas kasus pelemparan tersebut. “Kerugian materi ditaksir sekitar Rp 10 juta,” ujarnya.

Harnoto mengatakan, motif pelemparan terhadap bus pemain Arema terjadi karena spontanitas tersangka.

“Motifnya spontanitas saja, melihat kerumanan, dan mungkin dijadikan kesempatan pada kala itu. Toh kita menang (Madura United 2-0 Arema FC), nah itu yang jadi persoalan,” paparnya.

Meski demikian, polisi memutuskan untuk memulangkan AGP kepada orangtuannya. “Sementara kita tidak tahan, kita kembalikan dengan dengan tetap pengawasan. Namun proses penyidikan tetap akan kita lanjutkan,” terangnya.

Harnoto berharap, agar tidak ada lagi kasus serupa ke depan. Suporter diminta menjadikan sepak bola sebagai ajang persahabatan dan pemersatu.

“Mari kita jadikan acara bola yang notabene mendatangkan suporter kumpulan banyak, hendaknya menjadi media pemersatu. Hindari sikap-sikap yang provokatif, becah belah dan permusuhan. Hindari juga yel-yel yang provokatif,” tutupnya

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan