Madura United versus Arema FC

Pamekasan, (Media Madura) – Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Madura United mengaku sudah siap segalanya menyambut laga pekan ke-23 Liga 1 melawan Arema FC. Kesiapan itu, termasuk tiket bagi suporter tim tamu.

Pertandingan bertajuk Derby Jatim itu bakal tersaji di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada 10 September mendatang.

Ketua Panpel Madura United, Moh Alwi mengatakan, suporter tim tamu punya hak untuk hadir ke dalam stadion berdasar regulasi yang ditetapkan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB). Tapi, alokasi tiket cuma sebanyak 5 persen.

“Kalau mereka datang, kami berkewajiban untuk mempersilahkan mereka membeli tiket khusus tim tamu yang telah kami alokasikan,” kata Alwi.

Alwi menjelaskan, hal itu dilakukan sepanjang tidak ada larangan dari pihak regulator maupun kepolisian demi alasan keamanan. Panpel pertandingan, menurutnya, akan tetap berlaku normal sebagaimana regulasi yang ada.

“Kami akan berlaku normal dengan ketentuan tiket untuk tim tamu sebanyak-banyak adalah 5 persen dari tiket yang tercetak. Bukan tiket gratis,” tuturnya.

Alwi menambahkan, apakah alokasi tiket nantinya akan digunakan oleh suporter tim tamu atau tidak bukan tergantung dari pihak suporter tim tamu.

“Belajar dari tahun lalu saat TSC, suporter Arema kan tidak datang saat pertandingan di SGB,” imbuh Alwi.

Namun, lanjutnya, hal ini masih akan dibahas di dalam rapat bersama dengan pihak pengamanan serta perwakilan suporter.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak pengamanan untuk pelaksanaan pertandingan Derby Jatim kedua di SGRP,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Ziaul Haq menegaskan, Madura United harus menjadi tuan rumah yang santun kepada setiap tim tamu yang datang.

“Pesan dari Presiden Klub (Achsanul Qosasi) dan Manajer Klub Haruna Soemitro), Madura harus bisa menunjukkan jati diri sebagai tuan rumah yang santun,” tegas Ziaul Haq.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan