Pamekasan, 4/8 (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) lebih proaktif menangkal berita palsu atau hoax.

Hal itu untuk menjaga stabilitas kabupaten berslogan Gerbang Salam menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018.

“Saya minta Diskominfo lebih proaktif dalam hal mengantisipasi berita hoax lebih-lebih menjelang Pilkada 2018,” kata Ketua DPRD Pamekasan Halili, Senin (4/9/2017).

Politikus Partai Persatuan Pembanguan (PPP) itu juga mengimbau instansi terkait segera melakukan komunikasi dengan segenap elemen, terutana pakar telekomunikasi dan informatika untuk bisa mengantisipasi hoax.

“Menjelang pilkada serentak pasti banyak pemberitaan hoax yang bisa merugikan salah satu pasang calon, makanya kami minta antisipasi dari sekarang,” ujar Halili.

Apalagi, lanjut dia, Mendagri Tjahyo Kumolo menghawatirkan munculnya pakar IT yang menyalahgunakan ilmunya, atau yang dikenal saracen-saracen baru yang berpotensi menciptakan suasana panas dalam pemilihan kepala daerah tahun 2018.

“Di daerah harus segera mengantisipasi dari sekarang, utamanya di media sosial, biar tidak terjadi seperti yang di khawatirkan Mendagri,” tutup Halili.

Sementara Kepala Diskominfo Pamekasan Bahrun tidak bisa memberikan keterangan, nomor pribadinya terdengar nada tidak aktif meski berkali-kali dihubungi.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan